Damar Latri Setiawan dalam acara Bullion Connect 2025 di Jakarta memaparkan perkembangan positif ini. "Pertumbuhan kami positif, Pegadaian kini telah memiliki basis 4 juta nasabah yang aktif menabung emas. Untuk cicilan emas, outstanding telah mencapai Rp8,5 triliun per 30 September, dan pada Oktober ini angkanya telah naik menjadi Rp9,5 triliun. Dengan optimisme tinggi, kami yakin dapat mencapai target Rp10 triliun untuk cicilan emas di akhir tahun," jelasnya.
Potensi Pasar dan Perkembangan Bullion
Langkah strategis Pegadaian ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kepemilikan emas masyarakat Indonesia, yang diperkirakan mencapai 1.800 ton dan masih banyak yang tersimpan di luar sistem keuangan formal.
Di sisi produksi dan penjualan, emas batangan di Pegadaian juga menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Hal ini didorong oleh pertumbuhan bisnis bullion yang pesat dan semakin tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
Secara keseluruhan, Pegadaian memproyeksikan volume perdagangan emasnya, di luar produk tabungan dan cicilan, telah mengalami kenaikan signifikan sebesar 22% hingga September 2025, memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam industri emas nasional.
Artikel Terkait
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Tuntut Perdamaian Permanen
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Menurun
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa