Dampak dari kasus keracunan terkait MBG ini cukup serius. Data menunjukkan lebih dari 600 penerima manfaat program harus menjalani perawatan inap, sementara belasan ribu lainnya menempuh perawatan jalan.
"Untuk penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan, data kami mencatat 636 orang rawat inap. Sedangkan data Kementerian Kesehatan mencatat 638, selisih dua orang, dan kami akan melakukan sinkronisasi," tutur Dadan.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Untuk yang rawat jalan, data kami mencatat 11.004 orang. Sementara di Kemenkes tercatat 12.755. Sehingga, total berdasarkan laporan Kemenkes adalah 13.371 penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi ini."
Meski demikian, Dadan menyatakan syukur karena proporsi kasus keracunan ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan skala produksi MBG secara keseluruhan. "Hingga hari ini, kami telah memproduksi total 1,8 miliar porsi makan. Alhamdulillah, sebagian besar berjalan dengan baik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026
PTPP Amankan Proyek Strategis Jembatan Pulau Laut di Kalsel
Meta Diapresiasi Patuhi Aturan Anak, Google Ditegur Pemerintah
Gubernur DKI Minta PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mendadak