"Dalam pertemuan, pihak ITUC juga membagikan insight mengenai kondisi ketenagakerjaan internasional. Mereka menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Indonesia. Selain apresiasi, beberapa poin penting juga disampaikan sebagai bahan masukan konstruktif untuk kemajuan bersama," jelas Yassierli dalam keterangan persnya seusai pertemuan.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan ITUC ini semakin menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam memperkuat dialog sosial. Komitmen ini tidak hanya dengan organisasi buruh internasional, tetapi juga dengan organisasi buruh nasional. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang berkeadilan, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Dalam pertemuan penting ini, Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Mereka adalah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Artikel Terkait
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris
Gubernur DKI Siapkan Beasiswa LPDP Khusus untuk Anak Betawi Berprestasi