Senat AS Sepakat Akhiri Government Shutdown, Demokrat Terbelah
Krisis government shutdown di Amerika Serikat akhirnya menemui titik terang. Senat AS secara resmi menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal yang telah berlangsung lebih dari satu bulan, memecahkan rekor durasi terpanjang.
Kesepakatan Senat Akhiri Krisis
Kesepakatan dicapai setelah sekelompok senator dari Partai Demokrat yang beraliran moderat menyatakan dukungan mereka terhadap rancangan undang-undang (RUU) pendanaan pemerintah yang diusung oleh Partai Republik. Dukungan krusial ini menjadi kunci pembuka kebuntuan politik yang telah melumpuhkan berbagai layanan publik.
Isu Subsidi Kesehatan Jadi Titik Pembeda
Berbeda dengan RUU sebelumnya yang gagal, paket pendanaan yang disetujui kali ini tidak memasukkan perpanjangan subsidi asuransi kesehatan. Isu inilah yang sebelumnya menjadi batu sandungan utama dan memicu dimulainya government shutdown sejak 1 Oktober.
Konflik Internal Melanda Partai Demokrat
Keputusan para senator Demokrat moderat untuk berkompromi dengan kubu Republik menuai kritik tajam dari kolega mereka sendiri di partai. Sejumlah politikus Demokrat mengecam langkah ini dan memperingatkan bahwa harga premi asuransi kesehatan diprediksi akan melonjak tanpa adanya perpanjangan subsidi.
Gubernur California, Gavin Newsom, bahkan menyuarakan kekecewaannya yang mendalam melalui sebuah platform media sosial, dengan menyebut situasi ini "sangat menyedihkan".
Shutdown Diperkirakan Segera Berakhir
Dengan disetujuinya RUU ini di Senat, penutupan pemerintah federal diperkirakan akan secara resmi berakhir paling lambat pada pekan depan. Langkah selanjutnya adalah proses pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk mengesahkan RUU tersebut sepenuhnya.
Artikel Terkait
ASEAN Catat 161 Ribu Kasus DBD pada 2025, Target Nol Kematian pada 2030
Menteri Perhubungan Umumkan Mudik Gratis Bus dan Kereta untuk Lebaran 2026
BPJS Kesehatan Kembali Aktifkan 106 Ribu Peserta Penderita Penyakit Berat
Badai Salju Jepang Tewaskan 46 Orang, 604 Luka-luka