BPBD DKI Tabur 2.400 Kg Garam untuk Antisipasi Banjir Jakarta, Begini Caranya

- Jumat, 07 November 2025 | 08:25 WIB
BPBD DKI Tabur 2.400 Kg Garam untuk Antisipasi Banjir Jakarta, Begini Caranya

Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta: BPBD Tabur 2.400 Kg Garam Antisipasi Banjir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD DKI kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kolaborasi TNI AU dan BMKG dalam Modifikasi Cuaca

Kegiatan OMC yang berlangsung pada Kamis (6/11) ini berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan melibatkan kerjasama strategis antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan TNI Angkatan Udara.

Detail Teknis Pelaksanaan OMC

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, operasi ini menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU dengan tiga sortie penerbangan. Area penyemaian mencakup perairan selatan Kabupaten Lebak dengan radius 180°–300° dan jarak 50–80 NM dari Bandara Halim Perdanakusuma pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.

"Total bahan semai higroskopis (NaCl) yang digunakan mencapai 2.400 kilogram," jelas Yohan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana berkelanjutan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem di musim hujan.

"OMC dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Melalui kerja sama dengan BMKG dan TNI AU, kami berupaya mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah daratan Jakarta," tegas Yohan.

Hasil Monitoring dan Kondisi Atmosfer

Hasil observasi lapangan menunjukkan kondisi awan yang cukup potensial di area target. Di wilayah Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang, terpantau awan jenis Cumulus Congestus dengan puncak mencapai sekitar 12.000 kaki.

"Tim juga mendeteksi presipitasi ringan di area semai, menandakan proses penyemaian berjalan efektif," ungkap Yohan.

Kondisi angin pada ketinggian 5.000–10.000 kaki terpantau bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 22–26 knot. Di wilayah perairan barat Kabupaten Serang (Selat Sunda) cuaca cenderung cerah, sementara di bagian selatan Pandeglang dominan oleh awan Cumulus Congestus yang menjadi target penyemaian.

Puncak Musim Hujan 2025-2026

Berdasarkan pernyataan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, 43,8 persen wilayah Indonesia atau setara dengan 306 zona musim telah memasuki musim hujan. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada periode November 2025 hingga Februari 2026.

Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku sebagian Pulau Papua.

Operasi Modifikasi Cuaca ini akan terus disesuaikan dengan kondisi atmosfer harian yang dimonitor oleh BMKG untuk memastikan efektivitas dalam mengurai curah hujan di wilayah perairan sekitar Jakarta, sehingga potensi genangan dan banjir di ibu kota dapat diminimalisir.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar