Jawa Barat Siaga Hadapi Bencana Musim Hujan, Ribuan Jiwa Sudah Terdampak
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menyatakan seluruh perangkat daerah dan aparat kepolisian telah siaga mengantisipasi bencana di tengah musim hujan. Kesiapsiagaan ini ditegaskan usai apel siaga tanggap darurat yang digelar di halaman Gedung Sate, Bandung.
Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa BMKG telah memprediksi sejumlah potensi bencana di wilayah Jawa Barat. "Kami ingin melindungi masyarakat dengan peralatan darurat yang bagus," ujarnya. Ia menekankan pentingnya persiapan serius untuk meminimalisasi korban, mengingat dari Januari hingga November saja telah terjadi lebih dari 1.500 bencana.
Data Terkini Bencana di Jawa Barat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat tren peningkatan kejadian. Sepanjang Oktober 2025, telah terjadi 95 kali bencana yang berdampak pada 19.962 jiwa dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Status Darurat Bencana Ditetapkan
Menyikapi ancaman ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana. Status ini meliputi bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor.
Status darurat ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang ditandatangani oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Status ini berlaku efektif dari 15 September 2025 hingga 30 April 2026 dan telah disampaikan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dengan ditetapkannya status ini, seluruh pihak diharapkan dapat bergerak cepat dan terkoordinasi untuk menyelamatkan dan menolong warga apabila terjadi bencana.
Artikel Terkait
Menperin Soroti Pertumbuhan Manufaktur Tembus 5,17%, Ungguli Ekonomi Nasional
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025, Tertinggi di Kuartal IV Sejak Pandemi
PUPR Alokasikan Rp118,5 Triliun untuk Irigasi dan Jalan pada 2026
Pemerintah Perpanjang Program Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026