- Stabilnya konsumsi rumah tangga
- Kebijakan stimulus fiskal pemerintah
- Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berorientasi pada produk dalam negeri
- Kondisi pasar tenaga kerja yang menunjukkan perbaikan
Tantangan dan Strategi Penyesuaian Sektor Manufaktur
Meski tren ekspansi terjaga, pemerintah mengingatkan sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Peningkatan biaya input akibat kenaikan harga bahan baku masih menjadi perhatian utama. Namun, sebagian besar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut melalui:
- Peningkatan investasi dan perluasan fasilitas produksi
- Penyesuaian harga produk secara terukur
- Antisipasi kenaikan permintaan di Kuartal IV-2025
Dukungan Kondisi Makroekonomi yang Stabil
Dalam konteks makroekonomi, tingkat inflasi nasional terjaga di level 2,86 persen (yoy) per Oktober 2025, dengan inflasi bulanan sebesar 0,28 persen (mtm). Stabilitas harga ini menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan permintaan domestik sebagai motor utama sektor manufaktur.
Kondisi ini memberikan ruang bagi kebijakan fiskal dan moneter untuk terus mendukung pertumbuhan sektor riil, sekaligus memastikan momentum ekspansi sektor manufaktur Indonesia dapat bertahan hingga akhir tahun 2025.
Artikel Terkait
Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 18 Ribu Wisatawan Selama Dua Hari Libur Lebaran
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa di Tol Cipali, Arah Jakarta Padat
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Melonjak 161,5%
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Naik 1,5 Kali Lipat