BTN Salurkan KPR FLPP Rp186,58 Triliun, Kuasai 62% Pasar KPR Subsidi

- Selasa, 04 November 2025 | 07:15 WIB
BTN Salurkan KPR FLPP Rp186,58 Triliun, Kuasai 62% Pasar KPR Subsidi

BTN Salurkan KPR FLPP Rp186,58 Triliun, Dukung Program 3 Juta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp186,58 triliun hingga September 2025. Angka ini tumbuh 8,0 persen year-on-year (yoy) dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp172,76 triliun.

Dalam setahun terakhir, BTN telah mengucurkan tambahan dana sekitar Rp13,82 triliun untuk mendukung kepemilikan rumah subsidi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan program pemerintahan dalam percepatan pembangunan perumahan.

BTN Kuasai Pasar KPR Subsidi 62% dengan Kuota 220.000 Unit

Pemerintah meningkatkan kuota KPR FLPP nasional pada 2025 dari 220.000 menjadi 350.000 unit. Dari total ini, BTN dipercaya menyalurkan 220.000 unit, mempertahankan posisinya sebagai penyalur KPR subsidi terbesar dengan pangsa pasar 62 persen.

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menjelaskan, dengan kuota 220.000 unit, BTN rata-rata mengakadkan 1.000 rumah per hari. "Ini mesin KPR terbesar yang pernah ada di Indonesia," tegas Nixon dalam keterangan resminya.

Dukungan Penuh untuk Program Tiga Juta Rumah dan Asta Cita

BTN konsisten mendukung program Tiga Juta Rumah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan bagian dari Asta Cita, khususnya misi membangun dari desa dan pemerataan ekonomi.

Program ini menargetkan pembangunan dua juta rumah di perdesaan dan satu juta rumah di perkotaan. Menurut kajian BTN Housing Finance Center, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 185 sub-sektor ekonomi lainnya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Kolaborasi Nasional dan Internasional Perkuat Ekosistem Perumahan

BTN berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari developer, BUMN, startup, hingga komunitas akar rumput seperti driver ojek online dan pedagang kecil. Bahkan, BTN merambah tingkat internasional dengan bekerja sama dengan investor Qatar, AlQilaa Group, untuk pembangunan hunian vertikal bersubsidi.

Apresiasi Kebijakan Pemerintah yang Dukung Sektor Perumahan

BTN mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang mempermudah akses kepemilikan rumah, antara lain:

  • Pembebasan BPHTB untuk rumah subsidi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
  • Pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
  • Penempatan dana pemerintah Rp200 triliun untuk bank Himbara dan BSI, dengan alokasi Rp25 triliun untuk BTN
  • Penyesuaian aturan maksimal penghasilan untuk MBR penerima FLPP

Untuk wilayah Jabodetabek, batas penghasilan ditetapkan Rp12 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income. Kebijakan ini memperluas akses bagi masyarakat menengah untuk menikmati KPR subsidi.

Transformasi Digital dengan Super App Bale by BTN

BTN memastikan kesiapan ekosistem perumahan melalui transformasi digital, termasuk pengembangan super app Bale by BTN yang terintegrasi dengan Bale Properti. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat memilih rumah dan mengajukan KPR secara online end-to-end.

"Ekosistem perumahan dan transaksi perbankan yang komprehensif dapat diakses hanya dalam genggaman tangan melalui satu aplikasi," pungkas Nixon.

Berbagai upaya ini diharapkan dapat mengurangi backlog perumahan yang masih mencapai sekitar 9 juta unit sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar