AS Retur 152,32 Ton Udang RI: Penyebab Cemaran Radioaktif Cesium-137 & Dampaknya

- Senin, 03 November 2025 | 14:25 WIB
AS Retur 152,32 Ton Udang RI: Penyebab Cemaran Radioaktif Cesium-137 & Dampaknya
AS Retur 152,32 Ton Udang RI: Penyebab Cemaran Radioaktif & Dampaknya

AS Retur 152,32 Ton Udang RI Diduga Akibat Cemaran Radioaktif Cesium-137

Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi terjadinya pengembalian atau retur barang impor udang dari Amerika Serikat pada September 2025. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan merebaknya isu temuan cemaran radioaktif Cesium-137 pada produk udang beku asal Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan data lengkapnya. Secara keseluruhan, total re-impor udang Indonesia pada bulan tersebut mencapai 240,54 ton. Nilainya setara dengan 2,09 juta dolar AS atau sekitar Rp34,7 miliar.

Dari jumlah tersebut, mayoritas pengembalian berasal dari Amerika Serikat. Volume retur udang Indonesia dari AS mencapai 152,32 ton dengan nilai 1,26 juta dolar AS.

Penyebab Retur Udang: Cemaran Radioaktif Cesium-137

Pengembalian udang oleh AS ini diduga kuat terkait dengan temuan udang beku yang diduga mengandung cemaran radioaktif Cesium-137. Isu keamanan pangan inilah yang memicu tindakan pengembalian barang secara signifikan.

Langkah Pemerintah Tanggapi Isu Cemaran Radioaktif

Merespons hal ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah koordinasi. Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir telah melakukan analisis dan inspeksi mendalam.

Pemerintah memastikan bahwa investigasi terus dilakukan untuk mengevaluasi dan menjamin keamanan produk ekspor Indonesia di masa depan, tidak hanya ke AS tetapi juga ke negara tujuan lainnya.

Kontaminasi Radioaktif Bersifat Lokal dan Terkendali

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan penjelasan yang menenangkan. Beliau memastikan bahwa pencemaran radioaktif Cesium-137 ini bersifat lokalisasi dan hanya terjadi di satu titik, yaitu di Cikande.

Satgas investigasi telah memastikan bahwa kontaminasi tidak menyebar pada rantai pasok nasional maupun ekspor lainnya. Dengan demikian, dampaknya dapat dikendalikan dan tidak mengganggu keseluruhan ekspor udang nasional.

Komentar