Kopi Leupeh Lalay: Keunikan Kopi Eksklusif dari Muntahan Kelelawar di Banten
Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia menyimpan berbagai keunikan, salah satunya adalah Kopi Leupeh Lalay dari Pandeglang, Banten. Kopi langka ini memiliki proses alami yang membedakannya dari jenis kopi lainnya.
Sejarah Penemuan Kembali Kopi Leupeh Lalay
Meski merupakan warisan era kolonial Belanda, Kopi Leupeh Lalay justru ditemukan kembali oleh warga lokal pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Beni Badaruzaman, penggiat kopi yang menaungi petani Leupeh Lalay, mengungkapkan bahwa kopi warisan leluhur ini sebelumnya kurang dikenal masyarakat luas.
Proses Unik Kopi dari Muntahan Kelelawar
Nama "Leupeh Lalay" berasal dari bahasa Sunda yang berarti "muntahan kelelawar". Berbeda dengan kopi luwak yang melalui proses pencernaan lengkap, kelelawar hanya mengunyah buah kopi matang dan meludahkan bijinya. Biji kopi pilihan inilah yang kemudian dikumpulkan petani untuk diproses lebih lanjut.
Lokasi Tumbuh dan Karakteristik Istimewa
Kopi Leupeh Lalay tumbuh di kawasan hutan Gunung Karang, Pandeglang, Banten, di antara celah-celah batu karang. Pohon kopi berumur ratusan tahun ini menghasilkan biji kopi kecil dengan cita rasa luar biasa karena hanya buah yang benar-benar matang di pohon yang dipilih kelelawar.
Harga Eksklusif dan Ketersediaan Terbatas
Dengan proses alami dan lokasi tumbuh yang sulit dijangkau, harga Kopi Leupeh Lalay mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram. Keunikan kopi ini menjadikannya sebagai salah satu kopi paling langka di Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pandeglang.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Targetkan Fasilitas Energi dan IT Amerika-Israel
Bayern Munich Hajar Union Berlin 4-0, Dortmund Menang Dramatis
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 pada 24 Maret