Anjlok 60%! Masa Depan Mobil Listrik Terancam Gagal TANPA Insentif Ini?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:15 WIB
Anjlok 60%! Masa Depan Mobil Listrik Terancam Gagal TANPA Insentif Ini?
Prediksi Penjualan Mobil Listrik Jeblok Tanpa Insentif Pemerintah

Tanpa Insentif, Penjualan Mobil Listrik Diprediksi Anjlok Hingga 60%

Adopsi mobil listrik di berbagai negara memang sedang mengalami perkembangan. Salah satu pendorong utamanya adalah insentif harga dari pemerintah yang membuat kendaraan ramah lingkungan ini lebih terjangkau.

Namun, sebuah laporan terbaru dari lembaga survei ternama, J.D. Power, memberikan peringatan keras. Prediksi mereka menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik akan melambat secara signifikan tanpa dukungan insentif dari pemerintah. Bahkan, penurunan yang terjadi bisa mencapai 60 persen, seperti yang sudah terlihat di Amerika Serikat.

Dampak Penghentian Insentif Mobil Listrik di AS

Pemerintah AS sebelumnya memberikan insentif yang cukup besar, yaitu USD 7.500 (sekitar Rp 124,5 juta) untuk setiap pembelian mobil listrik baru. Tidak hanya itu, mobil listrik bekas juga mendapat insentif sebesar USD 4.000 (sekitar Rp 66,4 juta).

Data dari J.D. Power dan GlobalData mengungkap fakta mengejutkan. Penjualan ritel mobil listrik di AS untuk Oktober 2025 diprediksi hanya mencapai 54.673 unit. Angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 43,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang mencapai 96.085 unit.

Penurunan Drastis dari Bulan Sebelumnya

Penurunan ini terlihat lebih drastis saat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, September 2025, yang mencatatkan penjualan hingga 136.211 unit. Artinya, prediksi penjualan Oktober 2025 menunjukkan penurunan hampir 60% (tepatnya 59,9%) hanya dalam waktu satu bulan.

Tyson Jominy, seorang analis data di J.D. Power, memberikan komentarnya mengenai fenomena ini. Menurutnya, industri otomotif sedang mengalami kalibrasi ulang yang signifikan di segmen kendaraan listrik. Koreksi pasar ini mengajarkan pelajaran penting: konsumen lebih memilih untuk memiliki akses ke berbagai pilihan jenis mesin kendaraan, tidak terpaku hanya pada satu teknologi.

Kesimpulannya, laporan ini menegaskan bahwa insentif pemerintah masih menjadi faktor kunci dalam mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Tanpa dukungan kebijakan yang memadai, pertumbuhan pasar mobil listrik diperkirakan akan menghadapi tantangan yang sangat besar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar