Trump dan Xi Jinping Akan Resmikan Penjualan TikTok AS dalam Pertemuan Korea
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping akan meresmikan kesepakatan penjualan operasi TikTok di AS dalam pertemuan mereka di Korea Selatan pada Kamis ini. Kesepakatan ini mengakhiri bulan-bulan negosiasi terkait masa depan platform media sosial populer tersebut di Amerika Serikat.
Latar Belakang Kesepakatan TikTok AS-China
Kedua negara dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal mengenai penjualan bisnis TikTok di AS beberapa bulan lalu. Presiden Trump kemudian mengeluarkan perintah eksekutif untuk merealisasikan transaksi tersebut, yang memungkinkan operasi TikTok terus berjalan di Amerika Serikat.
Seorang sumber dekat dengan negosiasi, Bessent, menyatakan keyakinannya bahwa semua detail teknis telah diselesaikan. "Saya yakin semua detailnya telah diselesaikan, dan kedua pemimpin akan menyelesaikan transaksi itu pada Kamis di Korea," ujar Bessent.
Struktur Kepemilikan Baru TikTok AS
Berdasarkan perintah eksekutif Trump, operasi TikTok di AS - termasuk algoritma rekomendasi, kode sumber, dan sistem moderasi konten - akan berada di bawah kendali dewan direksi baru yang didominasi oleh perusahaan Amerika. Struktur ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran keamanan nasional terkait kepemilikan China sebelumnya.
Investor dalam Transaksi TikTok
Beberapa perusahaan teknologi dan media terkemuka AS dilaporkan terlibat sebagai investor dalam transaksi senilai miliaran dolar ini. Perusahaan database Oracle, raksasa media Fox Corp, serta firma keuangan ternama Andreessen Horowitz dan Silver Lake Management disebut-sebut sebagai bagian dari konsorsium pembeli.
Transaksi ini merupakan solusi atas undang-undang AS yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, untuk menjual operasi TikTok di AS atau menghadapi pelarangan total. Presiden Trump telah berulang kali menunda pelaksanaan batas waktu larangan tersebut selama proses negosiasi berlangsung.
Artikel Terkait
Qualcomm Targetkan Pendapatan Rp269 Triliun dari Bisnis Data Center pada 2029
Pemerintah Pastikan Belum Ada Angka Final RKAB Nikel 2026, Masih dalam Tahap Evaluasi
Saham Cerebras Anjlok 14% Usai Proyeksi Margin Laba Menyusut, Kapitalisasi Pasar Terancam Hilang Rp98 Triliun
Menkes Desak Perlindungan Khusus bagi Dokter Muda dari Perundungan di Lingkungan Kerja