Trump dan Xi Resmikan Divestasi TikTok AS di Korea: Akhir Kontroversi atau Awal Perang Teknologi Baru?

- Senin, 27 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Trump dan Xi Resmikan Divestasi TikTok AS di Korea: Akhir Kontroversi atau Awal Perang Teknologi Baru?

Trump dan Xi Jinping Akan Resmikan Penjualan TikTok AS dalam Pertemuan Korea

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping akan meresmikan kesepakatan penjualan operasi TikTok di AS dalam pertemuan mereka di Korea Selatan pada Kamis ini. Kesepakatan ini mengakhiri bulan-bulan negosiasi terkait masa depan platform media sosial populer tersebut di Amerika Serikat.

Latar Belakang Kesepakatan TikTok AS-China

Kedua negara dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal mengenai penjualan bisnis TikTok di AS beberapa bulan lalu. Presiden Trump kemudian mengeluarkan perintah eksekutif untuk merealisasikan transaksi tersebut, yang memungkinkan operasi TikTok terus berjalan di Amerika Serikat.

Seorang sumber dekat dengan negosiasi, Bessent, menyatakan keyakinannya bahwa semua detail teknis telah diselesaikan. "Saya yakin semua detailnya telah diselesaikan, dan kedua pemimpin akan menyelesaikan transaksi itu pada Kamis di Korea," ujar Bessent.

Struktur Kepemilikan Baru TikTok AS

Berdasarkan perintah eksekutif Trump, operasi TikTok di AS - termasuk algoritma rekomendasi, kode sumber, dan sistem moderasi konten - akan berada di bawah kendali dewan direksi baru yang didominasi oleh perusahaan Amerika. Struktur ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran keamanan nasional terkait kepemilikan China sebelumnya.

Investor dalam Transaksi TikTok

Beberapa perusahaan teknologi dan media terkemuka AS dilaporkan terlibat sebagai investor dalam transaksi senilai miliaran dolar ini. Perusahaan database Oracle, raksasa media Fox Corp, serta firma keuangan ternama Andreessen Horowitz dan Silver Lake Management disebut-sebut sebagai bagian dari konsorsium pembeli.

Transaksi ini merupakan solusi atas undang-undang AS yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, untuk menjual operasi TikTok di AS atau menghadapi pelarangan total. Presiden Trump telah berulang kali menunda pelaksanaan batas waktu larangan tersebut selama proses negosiasi berlangsung.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar