Prabowo Subianto Desak ASEAN Tegakkan Hukum Laut UNCLOS 1982 di Laut China Selatan
Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada negara-negara ASEAN untuk menegakkan prinsip hukum laut internasional sesuai United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. Pernyataan ini disampaikan dalam menanggapi situasi terkini di Laut China Selatan.
Seruan Prabowo di KTT ASEAN ke-47
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Prabowo menekankan pentingnya kesatuan suara negara anggota. "Kita harus terus bersuara satu untuk menegakkan UNCLOS 1982, dan untuk mengupayakan penyelesaian awal kode etik yang efektif dan substantif tahun depan," tegasnya.
Persatuan ASEAN Kunci Stabilitas Kawasan
Prabowo menegaskan bahwa persatuan dan sentralitas ASEAN merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kemandirian kawasan. Dalam pidatonya, beliau menyoroti kondisi dunia yang semakin terpecah belah dengan persaingan yang semakin tajam.
Kekuatan ASEAN dalam Diplomasi
Menurut Presiden Indonesia ini, kekuatan ASEAN tidak terletak pada konfrontasi, melainkan pada kemampuan membangun keterlibatan yang konstruktif dan inklusif. Melalui pendekatan diplomasi yang dipandu dialog, kesabaran, dan saling menghormati, ASEAN telah berhasil mengatasi berbagai tantangan di masa lalu.
Solidaritas ASEAN Menghadapi Tantangan
Prabowo mengajak seluruh negara anggota ASEAN memperkuat solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan. Beliau menegaskan bahwa persatuan ASEAN bukan hanya slogan, melainkan jalan menuju masa depan yang damai dan sejahtera bagi seluruh rakyat di kawasan.
Artikel Terkait
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif
Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi