BI Siapkan Penerbitan BI-FRN: Instrumen Baru untuk Perdalam Pasar Keuangan
Bank Indonesia (BI) mengumumkan rencana penerbitan instrumen surat berharga baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note). Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
BI-FRN Melengkapi Instrumen SRBI yang Sudah Ada
Juli Budi Winantya, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter BI, menjelaskan bahwa BI-FRN akan berfungsi sebagai pelengkap instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini bertujuan memperkaya variasi instrumen keuangan sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia.
Dukungan Penuh untuk Sektor Riil
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, mengungkapkan bahwa BI-FRN akan diarahkan khusus untuk mendukung pertumbuhan sektor riil. Instrumen ini dirancang sebagai surat berharga berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan penyaluran kredit ke dunia usaha.
Jadwal Pengumuman Detail BI-FRN
Detail lengkap mengenai mekanisme dan ketentuan penerbitan BI-FRN rencananya akan diumumkan pada pekan pertama November 2025. Pengumuman ini dinantikan berbagai pelaku pasar untuk memahami bentuk dan implementasi instrumen baru tersebut.
Latar Belakang Transmisi Kebijakan Moneter
Kebijakan penerbitan BI-FRN muncul di tengah tantangan transmisi kebijakan moneter BI ke sektor perbankan. Meskipun BI telah memangkas BI Rate sebesar 150 basis poin (bps) dalam setahun terakhir, dari 6,25% menjadi 4,75%, penurunan suku bunga di perbankan berjalan lebih lambat.
Data menunjukkan suku bunga deposito 1 bulan hanya turun 29 bps sejak awal 2025 menjadi 4,52% pada September. Sementara suku bunga kredit perbankan turun lebih lambat lagi, hanya 15 bps menjadi 9,05% pada periode yang sama.
Meningkatkan Efektivitas Transmisi Suku Bunga
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan pentingnya mendorong penurunan bunga simpanan dan kredit perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Penerbitan BI-FRN dan pengembangan Overnight Index Swap (OIS) untuk tenor di atas overnight diharapkan dapat membentuk struktur suku bunga yang lebih efektif berdasarkan transaksi di pasar uang.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Energi pada Maret 2026
Utusan Khusus Presiden: Investor Internasional Serius Minati PLTN Indonesia
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci
PNM Gelontorkan Rp1 Miliar dan Ribuan Paket Ramadan untuk Aceh di Tengah Rakernas