Garuda Pertiwi Lumat Yordania 3-0, Tantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:31 WIB
Garuda Pertiwi Lumat Yordania 3-0, Tantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup

Tim Garuda Pertiwi memastikan langkahnya ke partai puncak Srikandi Merdeka Cup setelah menaklukkan Yordania dengan skor telak 3-0 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Indonesia bersua Thailand pada laga final yang akan digelar Minggu (23/8/2026) malam.

Sejak awal pertandingan, Garuda Pertiwi tampil dominan dan langsung menekan pertahanan lawan. Yordania, yang sebelumnya lolos dari fase grup sebagai runner-up setelah kalah 1-3 dari Putri Nusantara, tidak mampu memberikan perlawanan berarti sepanjang laga.

Keunggulan Indonesia tercipta cepat pada menit ketujuh. Kesya Arabela Manisya Nian membuka keran gol setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol kedua lahir pada menit ke-35 melalui skema sepak pojok. Jazlyn Kayla Firyal sukses meneruskan bola yang gagal dihalau kiper Yordania, Alma Mouhanad Yousef Shatat, dalam situasi kemelut.

Pesta kemenangan ditutup oleh gol Fadilla pada masa injury time babak pertama, tepatnya di menit 45 4. Tidak ada tambahan gol di babak kedua, skor 3-0 pun menjadi hasil akhir pertandingan.

Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengaku bersyukur atas hasil ini. Ia menyebut dua ambisi pribadinya dalam turnamen ini tercapai, yaitu bermain lima kali dan bertemu Thailand di final.

"Intinya saya sangat bersyukur karena dua hal yang menjadi ambisi pribadi saya. Pertama itu bisa main lima kali seperti yang sudah saya katakan di awal, kemudian saya juga ingin bisa ketemu Thailand. Puji Tuhan kini dua-duanya terkabul," ujar Timo.

Meski demikian, Timo sempat merasa khawatir sebelum laga dimulai. Cedera yang menimpa Nafeeza Ayasha Nori saat pemanasan memaksanya merombak komposisi pemain. Ia mengakui harus bekerja ekstra untuk menutup celah yang ditinggalkan pemain nomor 10 tersebut.

"Nafee cedera, pemain nomor 10 kita, motor serangan kita di tengah, sehingga saya agak kerja keras untuk memindahkan pemain," kata Timo.

Ia menyebut beberapa pemain harus bertukar posisi untuk mencari solusi terbaik. "Kalau tadi Anda perhatikan, Anya bermain di sayap, Anya bermain di tengah, Anya bermain di posisi striker. Kesya main di tengah, di sayap, di striker, kami mencari solusi untuk kebolongan yang ada karena Nafee cedera tadi," lanjutnya.

Evaluasi Yordania Usai Laga

Di kubu lawan, pelatih Timnas U-16 Putri Yordania, Luna Almari, tidak menutupi rasa kecewanya. Meski kalah, ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang bermain dengan 10 pemain di babak kedua.

"Tentu saja mengecewakan kalah di semifinal, tapi para pemain kami bermain dengan bagus. Mereka berjuang hingga menit terakhir dengan 10 pemain, terutama di babak kedua," ujar Luna.

"Jadi saya selalu bangga dengan tim ini, dan sekarang kami harus menatap ke depan untuk laga terakhir dalam turnamen ini," lanjutnya.

Luna menegaskan bahwa timnya kini membidik posisi ketiga untuk mengakhiri keikutsertaan mereka di ajang ini. "Tujuan kami adalah mencapai setinggi mungkin kami bisa. Jadi target kami sekarang adalah bisa menyelesaikan turnamen ini sebagai tim peringkat ketiga," tegasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags