Bamus Betawi Imbau Masyarakat Pati Batalkan Rencana Demo di Jakarta

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:26 WIB
Bamus Betawi Imbau Masyarakat Pati Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Ketua Umum Dewan Adat Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi, Muhammad Rifky, yang akrab disapa Eki Pitung, mengimbau masyarakat Pati, Jawa Tengah, untuk tidak menggelar unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus mendatang. Imbauan ini disampaikan Eki pada Kamis (20/8/2026) sebagai respons atas beredarnya selebaran yang mengajak warga Pati berangkat ke Ibu Kota.

Eki menjelaskan, pihaknya menemukan flyer yang mengajak masyarakat Pati melakukan aksi pada tanggal tersebut. Menurut dia, ajakan itu perlu disikapi dengan bijak agar Jakarta tetap kondusif.

“Dewan adat Bamus Betawi melihat ada selebaran flyer mengajak masyarakat Pati Jawa Tengah akan melakukan aksi di tanggal 27 Agustus 2026,” ujar Eki.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Betawi secara historis dikenal terbuka dan akomodatif terhadap siapa pun yang datang ke Jakarta. Namun, setiap wilayah memiliki tuan rumah dan tokoh adat yang perlu dihormati, sebagaimana pecalang di Bali, Majelis Adat Aceh, atau Majelis Rakyat Papua.

“Kita orang Betawi dalam sejarahnya sangat terbuka, akomodatif, dan siapa saja boleh datang ke Tanah Betawi, ke Jakarta. Setiap wilayah punya tuan rumah, setiap kampung ada orangnya,” katanya.

“Jadi menurut kita, sebagai orang Betawi ini, kita jagain Jakarta yang selalu ingin kondusif, selalu ingin akur-akur aja di Jakarta,” tambahnya.

Eki tidak mempermasalahkan warga luar daerah yang datang ke Jakarta untuk mencari nafkah, menempuh pendidikan, atau berbisnis. Namun, ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terprovokasi demi menjaga keamanan serta kerukunan antaretnis dan umat beragama di ibu kota.

“Boleh kita semua datang ke Jakarta, ke Tanah Betawi, dalam rangka mencari rezeki, sekolah, lalu aktivitas, bisnis, apa aja nggak papa. Ayo kita sama-sama bangun Jakarta dengan nilai yang positif,” ujarnya.

Meski demikian, Eki menyoroti kekhawatirannya jika kedatangan massa dari luar daerah justru berniat berunjuk rasa dengan muatan pesan yang kurang baik. Ia pun mengimbau masyarakat Pati menjaga diri dan tidak mudah terpancing.

“Tapi kalau datang ujuk-ujuk niatnya mau demo, menyampaikan aspirasi, ada pesan-pesanan yang kurang baik, menurut kami ini harus kita sebagai lembaga adat menyikapi. Tolong jaga diri, tahan diri masyarakat Pati, jangan terpancing,” tegasnya.

Eki juga mengingatkan risiko keselamatan apabila demonstrasi berskala besar berujung ricuh. Menurutnya, potensi konflik di lapangan tidak hanya mengganggu ketertiban umum di Jakarta, tetapi juga berisiko merugikan masyarakat dan keluarga di daerah asal.

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai, selama dilakukan dengan niat baik, karena hal itu dijamin oleh hukum.

“Kita paham yang namanya menyampaikan aspirasi, menyampaikan aksi itu adalah kebebasan semua menyampaikan hak dan pendapat. Itu dilindungi oleh hukum. Kami dengan senang hati, ahlan wasahlan, kalau tujuannya baik, menyampaikan aspirasinya dengan niat yang baik,” ucapnya.

Namun, ia mengingatkan agar aksi tidak berujung pada pemaksaan kehendak terhadap pemerintah yang berpotensi memicu kericuhan.

“Tapi kalau ada memaksa kehendak, mendorong, memaksa pemerintah dan seterusnya, kalau nggak tercapai bagaimana? Kita nggak ada urusan nama politik,” katanya.

Eki menambahkan, Lembaga Adat Bamus Betawi selama ini konsisten menjaga harmonisasi dan kerukunan umat beragama serta antaretnis di Jakarta. Ia menyebut posisinya di sejumlah lembaga lintas agama turut memperkuat komitmen tersebut.

“Lembaga Adat Bamus Betawi dari dulu menjaga harmonisasi kerukunan umat beragama, kerukunan masyarakat etnis yang di Jakarta. Saya kebetulan di Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (DMUI), saya juga sebagai Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, dan saya pun masuk di penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama,” ujarnya.

Ia berharap kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif menjelang tanggal yang disebut dalam selebaran tersebut.

“Jadi insya Allah Jakarta kita jaga sama-sama. Jangan lagi masuk ke Jakarta kepengennya cuma bagaimana itu Jakarta keganggu,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags