Di tengah gempuran yang terus berlangsung, masjid-masjid di Gaza menyimpan peran yang jauh lebih besar dari sekadar tempat ibadah. Syaikh Dr. Abdurrahman Zaki, dalam sebuah podcast yang mengisahkan perjuangan sang adik, Syaikh Zaki Hamad rahimahullah, mengungkapkan keunikan masjid-masjid di Gaza yang tidak ia temukan di negara lain.
“Gagasan tentang masjid di Gaza yang kami miliki, belum pernah saya saksikan di tempat lain di dunia,” ujarnya. Ia mengaku telah mengunjungi berbagai negara dan melihat orang-orang yang taat beragama, namun masjid di Gaza menurutnya mungkin tidak ada bandingannya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan mengapa musuh berusaha menghancurkan seluruh masjid di Gaza. “Karena mereka tahu bahwa masjid-masjid itu adalah pabrik pembentukan para lelaki. Masjid-masjid itulah yang membentuk generasi besar ini,” tegasnya.
Masjid yang Tak Pernah Tutup
Lalu, seperti apa sebenarnya konsep masjid di Gaza? Syaikh Abdurrahman Zaki menjelaskan bahwa masjid-masjid di Gaza nyaris tidak pernah benar-benar tutup. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang hanya ramai saat waktu salat tiba, kemudian sepi dan kembali ramai pada salat berikutnya.
“Tidak. Masjid-masjid itu selalu terbuka. Biasanya selalu ada berbagai kegiatan di dalamnya: halaqah ilmu, halaqah tahfiz Al-Qur’an, halaqah tilawah dan tajwid, pengajaran Al-Qur’an,” paparnya.
Selain itu, para pemuda sering duduk bersama di masjid, memikirkan persoalan umat dan merencanakan langkah-langkah perbaikan masyarakat. Masjid menjadi pusat aktivitas yang hidup, bukan sekadar bangunan kosong di antara waktu salat.
Masjid sebagai Identitas dan Keluarga
Masjid di Gaza bahkan menjadi penanda identitas seseorang. “Seseorang berkata, ‘Saya membangun [kehidupan/komunitas] bersama Masjid ini,’ dan seterusnya,” ungkapnya. Ikatan antara jamaah dan masjidnya begitu erat, hingga masjid berubah menjadi seperti kabilah atau keluarga besar.
“Jadi, masjid itu telah berubah menjadi seperti kabilah atau keluarga besar yang sangat erat. Ya, masjid menjadi ikatan terbesar sekaligus rujukan utama masyarakat,” pungkasnya.