Musik era 2000-an kembali menemukan relevansinya di tengah generasi yang kini beranjak dewasa, dengan segala tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Lagu-lagu yang dulu menemani kisah cinta, persahabatan, dan masa muda, kini hadir dengan makna baru seiring perubahan hidup para pendengarnya.
Semangat itulah yang diusung Timeless Project Live saat mampir ke Palembang. Setelah sukses digelar di Medan, festival musik ini akan berlangsung di CGC One, Citra Grand City, Palembang, pada 29 Agustus mendatang.
Mengusung tema nostalgia, Timeless Project Live Palembang menghadirkan Hutan Tropis, RAN, Tipe-X, Jamrud, dan Sammy Simorangkir dalam satu panggung. Kelima musisi ini mewakili warna musik yang berbeda, tetapi sama-sama tumbuh bersama generasi 2000-an.
Hutan Tropis akan membawa nuansa musik yang dekat dengan karakter lokal Palembang. Sementara itu, RAN siap memanjakan penonton dengan deretan lagu pop yang lekat dengan cerita cinta dan keseharian anak muda.
Tipe-X dan Jamrud akan menggelegar dengan energi ska dan rock yang menjadi bagian dari lanskap musik populer Indonesia pada masanya. Sammy Simorangkir, di sisi lain, menghadirkan sisi emosional lewat lagu-lagu yang menyentuh pengalaman personal pendengarnya.
Perbedaan karakter musik ini menjadi inti dari konsep Timeless Project Live. Festival ini tidak sekadar konser, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman yang berkaitan dengan kenangan dan perjalanan hidup audiens.
“Kami ingin menjadikan Timeless Project Live di Palembang menjadi pengalaman nostalgia yang terasa dekat dengan audiens kota ini,” ujar Rijal Asikin, perwakilan RESONINE selaku promotor.
Pengalaman tersebut dirancang dalam empat fase: remember, relive, celebrate, dan recharge. Pada fase remember, pengunjung diajak kembali ke suasana era 2000-an melalui instalasi visual, elemen budaya populer, photo spot, dan landmark tematik.
Fase relive menawarkan interaksi lebih dalam. Pengunjung dapat menikmati pengalaman off-air radio bersama penyiar lokal, area F&B, serta ruang interaksi komunitas.
Memasuki fase celebrate, panggung utama menjadi pusat perhatian. Lagu-lagu yang pernah menemani perjalanan generasi tersebut dibawakan kembali untuk dinikmati bersama.
Fase recharge menjadi penutup rangkaian. Konsep ini menegaskan bahwa konser tidak berakhir saat penampilan musik usai, tetapi diharapkan meninggalkan energi baru bagi audiens untuk kembali menjalani rutinitas.
“Melalui musik dan berbagai pengalaman di dalam acara, kami ingin mengajak audiens menelusuri kembali perjalanan mereka, merayakan apa yang sudah dilalui, dan diharapkan dapat pulang dengan energi baru untuk melanjutkan perjalanan berikutnya,” kata Rijal.
Setelah Palembang, Timeless Project Live akan berlanjut ke Bandung pada 19 September melalui edisi bertajuk PREANGER EDITION.
Artikel Terkait
17 Kali Jadi Inspektur Upacara, Herman Deru: Spirit Kita Tetap Spirit Menang
Warga Palembang Rela ke Jakarta demi Saksikan Upacara HUT RI ke-81 di Istana
Renungan Suci HUT ke-81 RI di TMP Siguntang, Polda Sumsel Libatkan 81 Pramuka
Polda Sumsel Ajak Warga Mengenal Brimob Lewat CFD, Sediakan 700 Porsi Makanan Gratis