GMF Rampungkan Modernisasi Hercules TNI AU, Perpanjang Usia Pakai hingga 20 Tahun

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:00 WIB
GMF Rampungkan Modernisasi Hercules TNI AU, Perpanjang Usia Pakai hingga 20 Tahun

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) telah menyelesaikan modernisasi atau overhaul salah satu armada angkut TNI AU, C-130 Hercules. Pekerjaan ini disebut mampu memperpanjang usia pakai pesawat hingga 20 tahun ke depan.

Pesawat yang dimodernisasi adalah C-130H dengan nomor ekor A-1319 yang berasal dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh. Pesawat ini telah digunakan TNI AU sejak era 1980-an.

Presiden & CEO GMF Aero Asia, Andi Fahrurrozi, mengatakan pekerjaan yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kemampuan avionik, tetapi juga memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15-20 tahun. "Sekaligus meningkatkan keandalan dan kesiapan operasional C-130 dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AU," ujarnya di fasilitas GMF, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).

Modernisasi yang dilakukan meliputi penggantian center wing box, program peningkatan avionik, dan program integritas struktural. Dari pantauan di lokasi, sistem informasi avionik di kokpit yang sebelumnya analog kini telah berubah menjadi digital.

Andi menyebut penyelesaian proyek ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan kapabilitas industri dalam negeri. "Ini menjadi bukti bahwa kemampuan industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan industri pertahanan nasional," tuturnya.

Dalam proses modernisasi, GMF mendapatkan transfer teknologi dari pabrikan C-130, Lockheed Martin. Sebab, A-1319 merupakan prototipe Hercules pertama yang dimodernisasi pada sektor avionik dan center wing box di luar fasilitas Lockheed Martin. "Keberhasilan penyelesaian pesawat ini merupakan hasil dari sinergi dan kepercayaan yang terbangun antara Kementerian Pertahanan, TNI AU, GMF, Lockheed Martin, dan PT Dirgantara Indonesia," kata Andi.

Setelah rampung, pesawat diserahkan kepada Kementerian Pertahanan. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai langkah ini sebagai awal kemandirian Indonesia dalam modernisasi alutsista. Ke depan, ia menginginkan perawatan pesawat TNI AU dapat dilakukan oleh ekosistem dalam negeri. "Jadi secara makro strategis ini adalah satu langkah maju yang kita lakukan bahwa pemeliharaan pesawat transportasi milik Angkatan Udara, tidak hanya C-130 tapi juga pesawat transport lainnya, akan dipelihara oleh negara kita sendiri," ujarnya.

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Tony Harjono menambahkan, modernisasi C-130 tidak hanya dilakukan di GMF, tetapi juga melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Bahkan, satu pesawat C-130 telah dikirim ke PTDI untuk menjalani proses serupa. "Jadi Angkatan Udara sudah mengirim satu pesawat C-130 ke PTDI untuk melakukan yang sama. Kemudian di sini (GMF) juga sudah ada dua pesawat lain yang akan melaksanakan center wing box dan upgrade avionic, selain dari dua yang sudah selesai," kata Tony.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags