PT Honda Prospect Motor (HPM) memasuki paruh kedua tahun ini dengan penuh optimisme. Meski tekanan ekonomi masih membayangi, pabrikan asal Jepang itu yakin kinerja penjualannya akan lebih baik dibandingkan semester pertama.
Keyakinan itu disampaikan Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy. Menurutnya, gelaran pameran otomotif di sejumlah kota besar menjadi pendorong utama.
“Apalagi ada ditunjang banyak motor show ya, seperti GIIAS di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, ada Bali. Itu tentunya kami optimis market di semester dua bisa lebih baik daripada semester satu,” ujar Billy.
Namun, Billy tidak menampik adanya tantangan berat. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga, dan inflasi menjadi faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat.
“Suku bunga naik, daya beli melemah, dolarnya naik gitu ya, inflasi juga. Tapi ya dengan adanya banyak program-program penjualan yang lebih meringankan dan memudahkan konsumen untuk memiliki kendaraan, ya kami optimis semester dua bisa lebih baik,” tegasnya.
Untuk mengatasi hambatan itu, HPM menyiapkan strategi khusus. Fokus utama mereka adalah menyediakan skema pembiayaan yang fleksibel dan program penjualan yang meringankan beban finansial konsumen.
Artikel Terkait
Honda Super-ONE Laris Manis, Pemesanan Tembus 178 Unit di GIIAS 2026
Honda Tak Gentar Hadapi Gempuran Mobil Listrik Murah
Ferry Irwandi: Larisnya Mobil di GIIAS Justru Bukti Kesenjangan Ekonomi
Honda Tegaskan Elektrifikasi Tak Ubah Jati Diri Merek