OT Group Disebut Setuju Hentikan Produksi Miras, Manajemen Masih Pelajari Tuntutan

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:21 WIB
OT Group Disebut Setuju Hentikan Produksi Miras, Manajemen Masih Pelajari Tuntutan

Front Persaudaraan Islam (FPI) DPD DKI Jakarta dan sejumlah ormas mengklaim bahwa manajemen OT Group menyanggupi penghentian total produksi minuman beralkohol, termasuk merek Newport. Namun, pihak manajemen resmi menyatakan bahwa tuntutan tersebut masih akan dipelajari lebih lanjut secara internal sebelum menjadi keputusan final.

Klaim ini mencuat setelah aksi demonstrasi di depan kantor pusat OT Group, Gedung OT Building, Jalan Outer Ring Road, Jumat (14/8/2026). Aksi tersebut dipicu oleh kontroversi challenge hafalan ayat suci Al-Qur'an berhadiah minuman keras gratis di booth Newport pada festival musik The Sounds Project di Ancol Jakarta.

Dalam audiensi yang berlangsung, perwakilan FPI menyatakan bahwa manajemen menyepakati dua tuntutan utama: menghentikan seluruh produksi minuman beralkohol dan berhenti mendanai atau mempromosikan miras di berbagai acara hiburan. Namun, Direktur Newport, Handoko Sasongko, yang turun langsung untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam, menegaskan bahwa status penghentian produksi belum final. Proposal tuntutan tersebut masih harus dipelajari oleh jajaran direksi perusahaan.

Sementara itu, OT Group mengklarifikasi bahwa insiden promosi tersebut murni di luar instruksi resmi perusahaan. Proses hukum terhadap oknum lapangan yang terlibat telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Hingga saat ini, publik masih menunggu keputusan final resmi dari korporasi, apakah akan benar-benar menutup lini bisnis minuman beralkohol atau hanya mengevaluasi SOP pemasarannya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags