Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 waktu setempat. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari keluarga besar KBRI Ottawa serta diaspora Indonesia yang datang dari Ottawa, Montreal, Quebec City, dan kota-kota sekitarnya.
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, bertindak sebagai inspektur upacara. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Paskibraka KBRI Ottawa 2026, yang beranggotakan generasi muda dari keluarga besar KBRI. Para hadirin mengenakan batik dan wastra Nusantara, menambah semarak suasana perayaan.
Dalam momen tersebut, Dubes Muhsin menyerahkan penghargaan kepada dua tokoh yang dinilai berkontribusi besar dalam diplomasi budaya dan ekonomi Indonesia di Kanada. Mereka adalah Ugo Monticone, penulis sekaligus sineas asal Québec, dan Johannes Doy, pengusaha Indonesia pemilik Tribal Voices, usaha kerajinan dan dekorasi rumah di Kingston, Kanada, yang memasarkan karya-karya tangan dari Indonesia.
Apresiasi untuk Sineas dan Pengusaha
Ugo Monticone dikenal luas melalui film dokumenter perjalanan tentang Bali yang ia garap bersama ko-sutradara Richard-Olivier Jeanson. Film tersebut telah diputar dalam jaringan ciné-conférence di Kanada dan Eropa, dan disaksikan ratusan ribu penonton, terutama di kawasan timur Kanada yang berbahasa Prancis, serta di Prancis, Belgia, dan Swiss.
Karena berhalangan hadir, Ugo menyampaikan sambutannya melalui pesan video. Ia mengungkapkan kebanggaannya dapat berperan sebagai "duta" bagi keindahan budaya Indonesia, khususnya Bali.
"Melalui film dokumenter tentang Bali yang kami garap bersama ko-sutradara Richard-Olivier Jeanson, kami ingin membagikan aspek paling berharga dari Bali, yaitu kehangatan masyarakatnya yang selalu menyambut kami layaknya keluarga sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian penonton filmnya merasa terinspirasi untuk berkunjung langsung ke Indonesia. "Saya sangat bangga kini dapat mengemban peran sebagai 'duta' bagi keindahan budaya Indonesia, khususnya Bali," imbuhnya.
Jalan berbeda ditempuh Johannes Doy, namun bermuara pada tujuan yang sama. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi promotor utama bagi perajin Nusantara, sehingga karya-karya mereka menghiasi ruang-ruang keluarga di Kanada.
"Sejak memulai perjalanan bersama Tribal Voices pada 1992, fokus kami bukan sekadar mempromosikan produk, melainkan memperkenalkan keindahan karya, ketekunan, dan jiwa para perajin lokal Indonesia kepada masyarakat Kanada," ungkapnya.