Bayan Resources Buka Suara soal Rumor Akuisisi Haji Isam

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Bayan Resources Buka Suara soal Rumor Akuisisi Haji Isam

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya angkat bicara mengenai kabar yang beredar bahwa pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam berencana mengambil alih perusahaan batu bara tersebut. Dalam keterangan resminya, manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana akuisisi oleh Jhonlin Group, termasuk kabar pembelian 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam.

Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, mengungkapkan bahwa perseroan tidak dapat mengonfirmasi kebenaran rumor tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemegang saham pengendali, Dato Low Tuck Kwong, terbuka terhadap semua investor yang berminat mengambil alih perusahaan.

"Pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan," ujar Jenny dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Dengan demikian, hingga saat ini perseroan belum bisa memastikan adanya rencana transaksi tersebut, termasuk yang melibatkan pengendali dan Haji Isam.

Kepemilikan Saham BYAN

Sebagai informasi, Dato Low Tuck Kwong selaku pengendali BYAN memegang 13,42 miliar saham atau setara 40,25 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Sementara itu, putrinya, Elaine Low, menggenggam 7,33 miliar saham atau 22 persen. Dengan demikian, total porsi saham keduanya mencapai 62,25 persen.

Rumor akuisisi ini mencuat setelah beredar foto pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong. Namun, pertemuan tersebut belakangan diduga membahas proyek kereta api di Kalimantan, bukan soal pengambilalihan saham.

BYAN saat ini memiliki sejumlah tambang batu bara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Tambang terbesarnya berada di Tabang, Kabupaten Kutai Kertanegara, yang menyumbang 80 persen produksi batu bara perseroan.

Di tengah rumor tersebut, saham BYAN menguat tajam dalam dua hari terakhir perdagangan bursa. Sahamnya melonjak 44 persen ke level Rp17.275. Kenaikan ini membuat valuasi saham BYAN semakin premium, dengan nilai pasar mencapai Rp575,8 triliun dan price-to-earning ratio (PER) 41 kali. Dengan asumsi harga saat ini, Haji Isam perlu merogoh kocek sekitar Rp350 triliun untuk menebus kepemilikan 62 persen saham BYAN.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags