Sydney FC resmi mengamankan jasa penyerang asal Nigeria, Oriola Sunday, dengan status pinjaman dari klub Jepang RB Omiya hingga 30 Juni 2027. Langkah ini diambil untuk memperkuat lini serang tim menjelang laga perempat final Australia Cup melawan SD Raiders.
Pemain berusia 23 tahun dengan tinggi 1,78 meter ini akan menjalani pengalaman pertamanya bermain di luar kompetisi Jepang. Sunday memulai karier seniornya di F'Chiyama Seibi pada 2019, kemudian pindah ke Tokushima Vortis pada Februari 2022, dan sempat dipinjamkan ke Vanraure Hachinohe sebelum membantu RB Omiya meraih gelar juara divisi ketiga Jepang pada musim 2024.
Meski belum tampil dalam dua laga awal J2 League musim 2026-2027 bersama RB Omiya, Sunday kini berpeluang melakukan debutnya bersama Sydney FC. Pelatih Kepala Sydney FC, Patrick Kisnorbo, mengonfirmasi bahwa pemain tersebut telah bergabung dalam latihan tim di Fairfield Showground.
"Kita bisa saja menampilkannya, tetapi kita harus memikirkannya besok. Itu keputusan yang akan saya buat akhir hari ini atau bahkan besok," kata Kisnorbo.
Etos kerja dan karakter Sunday dinilai cocok dengan kebutuhan tim, bahkan memiliki kemiripan dengan mantan penyerang Melbourne City, Bruno Fornaroli. Kehadirannya diproyeksikan akan meningkatkan persaingan internal di lini depan, termasuk bagi pemain seperti Al Hassan Toure.
"Bagi saya ini bukan soal statistik," ujar Kisnorbo.
Manajemen mendatangkan penyerang kanan tersebut untuk memperdalam skuad di berbagai kompetisi sepanjang musim. "Ini tentang hal-hal tertentu seperti karakter dan etos kerja, dan dia memenuhi profil itu," kata Kisnorbo.
Persaingan internal dipandang sebagai hal positif untuk menjaga performa para pemain. "Dia memiliki etos kerja yang luar biasa, dan sebuah sifat yang kami hargai di klub ini," ujar Kisnorbo. "Saya pikir persaingan itu bagus dan sehat di dalam skuad."
Strategi perekrutan ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi kekuatan tim secara keseluruhan. "Itu adalah sesuatu yang selalu ingin saya miliki; memiliki Sunday dan berpotensi beberapa pemain lagi hanya akan memperkuat skuad kami," ujar Kisnorbo.
Menjelang duel melawan Southern District Raiders FC yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 waktu setempat, Kisnorbo memilih fokus pada persiapan internal tim ketimbang memikirkan rekor lawan. "Hal utamanya adalah kami memikirkan diri kami sendiri dan cara kami melakukan sesuatu. Mereka memiliki perjalanan yang bagus menuju piala ini, tetapi bagi kami ini tentang memikirkan diri sendiri dan apa yang kami lakukan," kata Kisnorbo.
Selain penambahan amunisi baru, Sydney FC juga menyampaikan pembaruan kondisi medis skuadnya. Pemain Akol Akon dilaporkan telah kembali menjalani sesi latihan bersama tim. "Dia kembali berlatih. Sangat bagus bagi kami memiliki seseorang seperti dia, dan dia telah bekerja sangat baik, di antara semua pemain lainnya," ujar Kisnorbo.
Sementara itu, penjaga gawang Harrison Devenish-Meares menunjukkan progres positif pascaoperasi yang dijalaninya selama jeda musim. "Hal pertama dan terpenting adalah kesehatannya, dan kami ingin membuatnya aman untuknya," kata Kisnorbo. Proses pemulihan kiper tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan ke depan sebelum siap bertanding. "Ini adalah pramusim yang panjang yang memungkinkannya menjalani proses itu, dan dia akan kembali dalam beberapa minggu ke depan," ujar Kisnorbo.
Di sisi lain, gelandang Abel Walatee harus menepi akibat cedera hamstring yang didapatnya saat masa jeda musim. "Dia tampil sangat baik, tetapi sayangnya dia mengalami cedera yang membuatnya absen sebentar. Sekarang, dia semacam dalam proses kembali, baru memulai beberapa sesi latihan secara singkat," kata Kisnorbo. Walatee saat ini masih menjalani tahapan pemulihan bertahap bersama tim medis. "Sangat disayangkan, waktu dia mengalami cedera, karena dia tampil sangat baik. Sekarang dia berada di jalur pemulihan," ujar Kisnorbo.
Sebagai salah satu dari dua wakil A-League yang tersisa di Australia Cup bersama Melbourne Victory, Kisnorbo menegaskan tidak merasa tertekan oleh ekspektasi publik. "Saya hanya mengkhawatirkan tim kami. Saya tidak fokus pada [kebisingan di luar]," kata Kisnorbo. Seluruh fokus tim diarahkan sepenuhnya pada persiapan teknis dan hal-hal yang dapat dikendalikan secara internal. "Saya hanya fokus pada klub kami, dan apa yang kami lakukan. Kami hanya bisa mengontrol tim kami, dan itulah yang kami fokuskan," ujar Kisnorbo.