Inara Rusli kembali mengenakan cadar setelah sebelumnya sempat melepasnya pasca perceraian dengan Virgoun. Keputusan ini menuai beragam respons, termasuk dari Wardatina Mawa yang turut angkat bicara.
Sebelumnya, Inara sempat membuka cadarnya dengan alasan darurat. Ia mengaku ada keinginan untuk melepas cadar setelah digugat cerai oleh Virgoun. "Setelah digugat, iya (ada keinginan melepas cadar)," ujarnya. Selain itu, ia juga harus kembali bekerja untuk menghidupi anak-anaknya. "Aku memutuskan untuk kembali kerja," kata Inara. "Ada unsur darurat, oleh karena itu ya aku harus membuka cadar," lanjutnya.
Pada saat itu, Inara meminta publik tidak berburuk sangka terhadap dirinya. "Mudah-mudahan temen-temen media, netizen tidak berburuk sangka sama aku karena aku juga berjuang buat anak-anak aku," terangnya. Ustaz Derry Sulaiman yang mendampinginya juga menegaskan bahwa tindakan Inara diperbolehkan dalam agama. "Ini adalah hal yang dibolehkan," jelasnya. "Jadi jangan sampai ada bully-an, yang akhirnya malah bikin kalian semua bedosa," sambungnya.
Kini, Inara kembali bercadar. Kabar ini diketahui dari unggahan Instagram pribadinya. Menanggapi hal tersebut, Wardatina Mawa melalui akun @lambegosiip memberikan komentar. Mawa mengaku tidak bisa banyak berkomentar mengenai pilihan Inara, namun menilai setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing. "Tapi setiap hidup itu punya pilihan dan perjalanan masing-masing, dalam untuk mendekatkan diri kepada Allah," kata Mawa.
Mantan istri Insanul Fahmi ini merasa tidak punya hak untuk menilai perubahan penampilan Inara. "Menurutku aku pribadi aku kayak enggak punya hak untuk menilai atau mengomentari proses hijrahnya dia seperti apa. Atau seseorang manapun itu, aku enggak bisa mengomentari proses hijrah seseorang," terangnya. Ia berharap semua orang, termasuk dirinya, diberi keistiqomahan dalam beribadah. "Ya semua kita, semua termasuk aku lah dan terus diberi keistiqomahan ya dalam beribadah," sambung Mawa.
Menurut Mawa, hijrah dari tidak bercadar lalu menggunakan cadar adalah hal yang mudah, tetapi menjalaninya secara istiqomah yang sulit. "Ya itu, hijrah itu mudah, istiqomah yang sulit ya," tuturnya.