Ekonom senior Ferry Latuhihin melontarkan kritik tajam terhadap cara pemerintah menyajikan angka-angka statistik perekonomian nasional. Melalui kanal YouTube pribadinya yang tayang Senin (17/8/2026), ia menyoroti sejumlah klaim kenaikan pendapatan masyarakat yang menurutnya tidak masuk akal, salah satunya soal penghasilan fantastis tukang kupas bawang.
Dengan nada satire, Ferry mengutip narasi yang beredar bahwa upah pengupas bawang kini mencapai Rp700.000 per kilogram. "Kalau sehari saja dia bisa mengupas 50 kg bawang, dia akan membawa pulang uang Rp35 juta per hari," katanya, sembari menghitung bahwa dalam sebulan angka itu bisa menembus Rp1 miliar. "Cuma di Indonesia ya tukang kupas bawang bisa membeli Ferrari," ujarnya sinis.
Ia juga menyinggung klaim serupa soal petani yang disebut bisa meraup Rp2 triliun saat panen. "Anda bayangkan, Anda cari negara lain yang petaninya itu kalau panen bisa mendapatkan uang 2 triliun," ucapnya. Bagi Ferry, narasi-narasi semacam ini justru menjadi bahan tertawaan, bukan bukti keberhasilan kebijakan ekonomi. "Angka-angka statistik yang membikin monyet pun tertawa guling-guling," katanya.
Klaim lain yang turut disorot adalah lonjakan pendapatan sopir ojek online usai pemerintah memangkas potongan komisi aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen, yang disebut membuat pendapatan ojol "melejit dua kali lipat". Ferry mempertanyakan validitas angka tersebut di tengah kondisi ekonomi masyarakat bawah yang menurutnya belum membaik secara nyata.