Ahli Suspensi MotoGP Ungkap Kelebihan Marc Marquez dan Valentino Rossi

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:01 WIB
Ahli Suspensi MotoGP Ungkap Kelebihan Marc Marquez dan Valentino Rossi

Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah dua nama terbesar dalam sejarah MotoGP. Keduanya telah mengukir prestasi gemilang dan menjadi juara dunia berkali-kali. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja mereka di balik layar? Seorang ahli suspensi yang telah lama berkecimpung di dunia balap memberikan pandangannya.

Jonas Torstensson, Manajer Umum Ohlins, perusahaan yang telah memasok suspensi ke MotoGP selama hampir empat dekade, memiliki pengalaman langsung bekerja dengan para pembalap legendaris. Saat ini, Ohlins memasok suspensi untuk sembilan dari sebelas tim yang berlaga di MotoGP.

Dalam wawancaranya dengan Marca, Torstensson mengungkapkan keunikan masing-masing pembalap. Menurutnya, Marquez memiliki pemahaman yang luar biasa tentang motornya.

"Marc Marquez mungkin lebih memahami motornya dibandingkan siapa pun," ujarnya. "Dia juga bisa menentukan apa yang dibutuhkan motor agar melaju lebih cepat; masukan yang ia berikan pun sangat bagus. Di saat yang sama, jika kami melakukan kesalahan atau tidak menemukan pengaturan terbaik, dia tetap bisa melaju sangat cepat."

Torstensson menceritakan sebuah pengalaman saat menguji komponen baru bersama Marquez. "Dia turun ke lintasan dan mencatatkan waktu yang hebat, lalu kami berkata, 'Wah, komponen ini benar-benar bagus.' Namun, dia kembali dan berkata, 'Tidak, saya tidak menyukainya.' Lalu kami bertanya, 'Jadi, bagaimana bisa kamu melaju begitu cepat?' Dia menjawab, 'Saya hanya memacu motor lebih keras.'"

Keistimewaan Valentino Rossi

Sementara itu, Torstensson juga menyoroti keistimewaan Valentino Rossi. "Ada Valentino; dia memiliki sesuatu yang istimewa," ujarnya. Ia bahkan merasa motor dapat "berbicara" kepada Rossi.

"Saat dia menaiki motor, motor itu seolah 'berbicara' kepadanya, dan dia mampu menerjemahkannya untuk memberi tahu para insinyur mengenai apa yang perlu dilakukan pada motor agar bisa melaju cepat," jelas Torstensson.

Rivalitas antara Marquez dan Rossi memang mencapai puncaknya pada musim 2015 yang penuh kontroversi. Insiden di Malaysia membuat Marquez terjatuh dan Rossi kehilangan gelar juara dunia yang akhirnya diraih Jorge Lorenzo. Setelah itu, Rossi tidak pernah lagi meraih gelar juara dunia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags