Wanita ODGJ yang Nyaris Peluk Bupati Indramayu Saat Upacara HUT RI Ternyata Pasien Kabur dari RSUD

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Wanita ODGJ yang Nyaris Peluk Bupati Indramayu Saat Upacara HUT RI Ternyata Pasien Kabur dari RSUD

Momen khidmat upacara peringatan HUT ke-81 RI di Alun-alun Indramayu, Jawa Barat, mendadak heboh ketika seorang wanita yang diketahui mengalami gangguan jiwa (ODGJ) tiba-tiba masuk ke area upacara dan mendekati Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Wanita tersebut sempat berniat memeluk sang bupati, namun berhasil dihalau oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP yang bergerak cepat.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (17/8/2026) di tengah jalannya upacara. Wanita tersebut menerobos masuk dari arah belakang Pendopo Indramayu menuju podium utama. Begitu berada di dekat Lucky Hakim yang sedang memberi hormat, ia langsung menghampiri seolah ingin memeluk. Beruntung, petugas yang berjaga di lokasi sigap mengevakuasi wanita tersebut sebelum situasi semakin tidak terkendali.

AKP Tarno, yang mewakili kepolisian setempat, membenarkan insiden tersebut. "Sempat ada insiden sedikit, tetapi alhamdulillah kesigapan petugas dari TNI, Polri, dan Satpol PP di lokasi berhasil mengevakuasi orang tersebut secara cepat. Saat kejadian juga hampir semuanya fokus mengikuti upacara," ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis tanpa kekerasan.

Setelah diamankan, perempuan itu langsung dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan perawatan. Namun, dari situlah fakta mengejutkan terungkap: wanita tersebut ternyata seorang pasien yang kabur dari rumah sakit tersebut.

Pasien Kabur Setelah Memanjat Genting

Menurut Tarmudi, Humas RSUD Indramayu, wanita itu merupakan pasien yang melarikan diri saat hendak menjalani perawatan. Aksi pelariannya tergolong nekat karena ia memanjat genting rumah sakit untuk kabur dari pengawasan petugas. "Iya Pak, agresif sekali. Beberapa kali bahkan terakhir itu lompat lari. Dikejar sekuriti kemarin tuh, sekarang masih dalam pencarian," kata Tarmudi pada Rabu (19/8/2026).

Tarmudi menjelaskan, wanita tersebut sudah menunjukkan sikap memberontak sejak diserahkan oleh Satpol PP. Saat itu, ruang perawatan Poli Jiwa RSUD Indramayu sedang penuh, sehingga pasien ditempatkan sementara di ruang transit. Pihak rumah sakit berencana melakukan pemindaian biometrik e-KTP untuk melacak identitas dan keluarganya, dengan koordinasi bersama Disdukcapil. Namun, sebelum pengecekan itu dilakukan, wanita tersebut kabur.

Upaya pelarian sempat digagalkan saat ia memanjat genteng rumah sakit. Petugas berhasil membawanya kembali ke ruang perawatan, tetapi tak lama kemudian ia memberontak lagi dan akhirnya berhasil melarikan diri. "Naik genting, tak lama diamankan. Terus dibawa ke ruangan lagi, eh malah kabur lagi, Pak," ungkap Tarmudi.

Hingga kini, wanita tersebut masih dalam proses pencarian. Pihak RSUD Indramayu berharap Satpol PP atau aparat keamanan dapat segera menemukan dan membawanya kembali untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Sifat agresif yang ditunjukkan pasien dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban umum. "Kami berharapnya bisa ditangkap terus dibawa ke sini lagi biar dapat penanganan. Sekaligus nanti kami juga koordinasi dengan Disdukcapil untuk discan biometriknya supaya tahu identitas dan siapa keluarganya untuk penanganan lebih lanjut," pungkas Tarmudi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags