Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikenal sebagai pemimpin yang sangat berhati-hati dalam setiap ucapan di depan publik. Pada 2015, saat mengisi kuliah umum di Gymnasium, SBY mengungkapkan kebiasaannya hanya tidur dua hingga tiga jam setiap hari. Ia juga menceritakan betapa seriusnya ia mempersiapkan pidato, bahkan mengulang-ulang naskahnya agar tidak ada kesalahan kata saat berbicara di depan umum.
Ketelitian SBY ini terekam jelas dalam ingatan banyak orang, terutama saat ia memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp400 per liter. Dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi, SBY terlihat meminta maaf berkali-kali dengan ekspresi yang sangat sedih. Momen itu menjadi salah satu citra kepemimpinan yang sulit dilupakan.
Meski memiliki kekurangan, cara SBY menunjukkan empati dan tanggung jawabnya dalam mengambil keputusan sulit menjadi pelajaran tersendiri bagi publik.
Artikel Terkait
Presiden dan Wapres Terdahulu Konfirmasi Hadiri HUT ke-81 RI di Istana
Harga BBM Pertamina Turun per 1 Agustus, Pertamax Kini Rp15.950 per Liter
Harga Minyak Dunia Kembali Menguat, Sentuh Level Tertinggi
Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kompetensi Kunci Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045