Prabowo Pastikan MBG Dilanjutkan, DPR Ingatkan Perbaikan dan Efisiensi

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:55 WIB
Prabowo Pastikan MBG Dilanjutkan, DPR Ingatkan Perbaikan dan Efisiensi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu disampaikan dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Ashabul Kahfi, mengapresiasi sikap presiden tersebut, tetapi mengingatkan bahwa keberlanjutan program harus dibarengi dengan perbaikan dan efisiensi yang serius.

"Saya mengapresiasi pandangan Bapak Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis perlu terus dilanjutkan. MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Tetapi saya juga sepakat bahwa kelanjutannya harus disertai perbaikan dan efisiensi yang serius," kata Kahfi kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Meski mendukung MBG dilanjutkan, Kahfi menyampaikan catatan kritis terhadap pelaksanaannya. Menurut dia, orientasi program ke depan harus bergeser dari sekadar mengejar jumlah penerima manfaat dan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju kualitas dan dampak. "Kita perlu memastikan apakah makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran, dan pada akhirnya menghasilkan perbaikan status gizi penerima manfaat," ucapnya.

Kahfi menegaskan bahwa keamanan pangan tidak bisa ditawar. Standar operasional prosedur (SOP) SPPG, kualitas bahan baku, proses pengolahan, higiene dan sanitasi, kompetensi sumber daya manusia, hingga distribusi makanan harus diawasi secara ketat. "Kalau ada SPPG yang tidak memenuhi standar, harus dievaluasi dan diberikan tindakan tegas. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar efisiensi tidak dimaknai sebagai pengurangan kualitas makanan atau kebutuhan gizi penerima manfaat. Efisiensi justru harus dilakukan dengan menutup ruang pemborosan, memperbaiki rantai pasok dan distribusi, memastikan penempatan SPPG sesuai kebutuhan, serta mencegah kebocoran dan penyimpangan anggaran. "Pengadaan bahan pangan juga sedapat mungkin memberdayakan petani, nelayan, peternak, koperasi dan UMKM lokal," katanya.

Pemerataan layanan juga menjadi perhatian Kahfi, terutama bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah yang secara geografis sulit dijangkau. Ia meminta jangan sampai terjadi penumpukan layanan di satu wilayah sementara anak-anak di daerah yang lebih membutuhkan justru belum terlayani secara optimal. "Kami mendukung MBG untuk dilanjutkan. Tetapi tahun berikutnya harus menjadi fase konsolidasi dan peningkatan kualitas. Ukuran keberhasilannya tidak cukup berapa juta porsi yang dibagikan, tetapi seberapa besar program ini memperbaiki status gizi, kesehatan dan kualitas anak-anak Indonesia," imbuhnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak ingin anak-anak Indonesia belajar dalam keadaan lapar. Ia mengungkap data bahwa 25 persen anak Indonesia mengalami stunting. "Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan pada pagi hari ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen, 1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting," kata Prabowo. Menurutnya, kondisi stunting membuat sel dalam tubuh anak tidak dapat berkembang dengan baik, yang akan berdampak buruk bagi kehidupan mereka di masa depan. Karena itu, ia berkomitmen meneruskan program MBG. "Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi," ujarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.