Kemenpar Evakuasi 986 Wisatawan di Pulau Padar dan Tamu Hotel Labuan Bajo Usai Gempa M7,7

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:31 WIB
Kemenpar Evakuasi 986 Wisatawan di Pulau Padar dan Tamu Hotel Labuan Bajo Usai Gempa M7,7

Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bergerak cepat mengevakuasi seluruh tamu hotel di Labuan Bajo serta menyelamatkan 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar. Langkah ini diambil setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

"Kami melakukan evakuasi terhadap 986 wisatawan yang sebelumnya terjebak akibat penutupan sementara pelayaran kini telah tiba kembali di Labuan Bajo dengan selamat," demikian keterangan tertulis Kemenpar. Kepulangan mereka dimungkinkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran.

Gempa utama berkedalaman 15 kilometer itu memicu serangkaian gempa susulan kuat yang turut dirasakan hingga Labuan Bajo. Tercatat guncangan susulan dengan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 06.13 WITA, disusul magnitudo 4,5 pada 06.22 WITA, dan magnitudo 5,6 pada 06.37 WITA.

"Terlebih, keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima)," tegasnya.

Dalam proses evakuasi di darat, seluruh tamu hotel di Labuan Bajo telah diarahkan ke titik aman seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Sementara itu, wisatawan dari Meurorah Hotel yang sempat mengungsi ke Puncak Waringin kini dipastikan aman dan diizinkan kembali ke akomodasi masing-masing.

Untuk sektor transportasi, operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan normal dengan pembatasan setelah lolos pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut pun mulai dibuka kembali secara bertahap.

"Demi menjamin keamanan publik dan mematuhi prosedur keselamatan bersama, seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat termasuk agenda misa, konser, dan pameran UMKM dihentikan secara resmi," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.