Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengajak Korea Utara duduk bersama untuk membahas pengakhiran Perang Korea. Dalam pidatonya, ia mengusulkan agar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak puluhan tahun lalu diganti dengan rezim perdamaian yang lebih permanen.
Ajakan tersebut disampaikan Lee saat upacara peringatan 81 tahun kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, yang jatuh pada 15 Agustus. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya mengesampingkan sikap saling mengancam dan memulai dialog sebagai pihak yang terlibat langsung.
"Mari kita kesampingkan niat untuk saling mengancam dan mulailah diskusi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lama ini, sebagai pihak-pihak yang terlibat langsung," ujar Lee, Sabtu (15/8).
Menurut Lee, langkah tersebut juga membuka peluang untuk membahas upaya efektif menghentikan program nuklir Korea Utara. "Melalui langkah ini, kita juga mungkin dapat membahas langkah-langkah efektif untuk menghentikan kemampuan nuklir Korea Utara," tambahnya.
Diketahui, kedua Korea secara teknis masih berada dalam status perang. Konflik yang terjadi pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang mengakhiri perang.
Artikel Terkait
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Korsel Deteksi 10 Rudal Balistik Korut, Langsung Gelar Rapat Keamanan
Korsel Perkirakan Korut Miliki 80-120 Senjata Nuklir, Lebih Tinggi dari Klaim Trump
Trump Umumkan Rencana Bertemu Kim Jong Un Akhir Tahun Ini