Korea Utara kembali memicu ketegangan di Semenanjung Korea dengan menembakkan proyektil tak teridentifikasi pada Kamis (6/8) waktu setempat. Proyektil tersebut jatuh ke laut di sebelah timur Semenanjung Korea, memicu respons cepat dari Korea Selatan dan Jepang.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi peluncuran tersebut dalam sebuah pernyataan, menyebutkan bahwa proyektil ditembakkan ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang melalui akun media sosial X menyatakan, "Sesuatu yang mungkin merupakan sebuah rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara."
Peluncuran ini terjadi hanya sehari setelah Pyongyang menuduh Jepang sedang melakukan "transformasi menjadi negara perang" seiring langkah Tokyo memperkuat postur militernya di kawasan Pasifik. Tuduhan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan ancaman keamanan dari Korea Utara, China, dan Rusia.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, pekan ini menegaskan perlunya memperkuat militer negaranya dengan "rasa urgensi dan krisis". Pernyataan itu mengikuti penilaian pemerintah yang baru dirilis, yang mengulas ancaman yang semakin kompleks di kawasan.
Artikel Terkait
Karyawati Restoran Korea di Surabaya Lapor Dugaan Kekerasan Seksual oleh Bos WNA
Kemunafikan Jepang di Balik Upacara Bom Atom dan Revisi Sejarah
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Korsel Deteksi 10 Rudal Balistik Korut, Langsung Gelar Rapat Keamanan