Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan strategi untuk menekan dampak kemarau panjang di Jakarta, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan. Namun, pelaksanaannya bergantung pada sejumlah syarat, terutama ketersediaan awan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, OMC di Jakarta bersifat situasional dan hanya dilakukan jika kemarau berkepanjangan melanda ibu kota. "Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca," kata Faisal.
Ia menegaskan, keberadaan awan menjadi syarat utama. Tanpa awan, hujan buatan tidak bisa dilakukan. "Dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem," ujarnya.
Selain OMC, BMKG juga telah memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi di Jakarta. Teknologi ini digunakan untuk membantu memicu hujan ketika terdapat awan yang dinilai berpotensi menghasilkan hujan. "Karena begini, di beberapa gedung tinggi di Jakarta, bekerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya Ground Based Generator," ujar Faisal. "Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira sehat untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadi hujan," lanjutnya.
Faisal mengatakan langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga kualitas udara saat kemarau berkepanjangan. Menurutnya, kualitas udara di Jakarta umumnya memburuk apabila hujan tidak turun selama dua hingga tiga pekan. "Ini biasanya kalau dalam 2-3 minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun. Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta," ujarnya.
Artikel Terkait
BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi Kemarau dan El Nino, Jakarta Prioritas
BMKG: El Nino Masuk Kategori Kuat, Antisipasi Kekeringan dan Karhutla Diperlukan
BMKG: El Nino Kuat, Operasi Modifikasi Cuaca Digelar untuk Cegah Kekeringan dan Karhutla
Gempa M6,8 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Berdampak Tsunami ke Indonesia