Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino saat ini telah memasuki kategori kuat. Lembaga itu meminta langkah antisipasi segera dilakukan untuk menghadapi risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).
Faisal menjelaskan, El Nino dinyatakan aktif ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius di atas kondisi normal. Indikator tersebut, menurut dia, telah menunjukkan El Nino masuk kategori kuat sehingga memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.
"Jadi kita perlu mengantisipasi khususnya pada dua hal. Yang pertama, antisipasi terkait dengan kekeringan, dan yang kedua terkait dengan kebakaran hutan dan lahan," ungkap Faisal.
Untuk mengurangi risiko kekeringan dan karhutla, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). "Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar," paparnya.
Artikel Terkait
3.759 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Hampir Separuhnya di Ketapang
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Ingatkan Potensi Udara Panas dan Angin Kencang di Sulawesi Selatan
BMKG: Musim Hujan Baru Tiba Pertengahan Oktober, Empat Provinsi Waspada Karhutla