Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) pukul 14.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami di Indonesia.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan resmi.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa memiliki parameter terkini dengan magnitudo 6,8 dan kedalaman 22 kilometer. Episenter berada pada koordinat 32,59° Lintang Utara dan 130,68° Bujur Timur, tepatnya di darat sekitar 6 kilometer barat daya Uki, Prefektur Kumamoto, Jepang. Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike slip)," jelas Wijayanto.
Hingga pukul 15.15 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,3. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tutupnya.
Artikel Terkait
Prabowo Panggil BMKG dan AHY Bahas Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Karhutla
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Tanpa Potensi Hujan
El Nino Menguat, BMKG Waspadai Risiko Karhutla dan Angin Kencang hingga Awal Agustus
BMKG: Sebagian Besar Sulsel Cerah Berawan, Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Daerah