Iran Ancam Blokir Kapal Asing di Selat Hormuz Balas Pernyataan Trump

- Rabu, 29 Juli 2026 | 01:55 WIB
Iran Ancam Blokir Kapal Asing di Selat Hormuz Balas Pernyataan Trump

Iran mengancam akan memblokir kapal-kapal milik negara atau perusahaan yang memanfaatkan aset beku Iran untuk membayar kerusakan kapal di Teluk, sebagaimana disarankan Presiden AS Donald Trump. Ancaman ini disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer tertinggi Iran.

"Kami menyatakan kepada semua perusahaan dan negara yang menyambut proposal Trump dan menggunakan aset Iran yang dibekukan... (bahwa) angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka untuk melintasi Selat Hormuz," ujar juru bicara tersebut, seperti dilansir CNN, Selasa (28/7/2026).

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa AS akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk menanggung kerugian akibat serangan terhadap kapal dan kargo di kawasan Teluk. Kebijakan itu akan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat," kata Trump di media sosial Truth, Jumat (24/7).

Belum diketahui pasti jumlah aset Iran yang dibekukan yang tersebar di berbagai jaringan keuangan. Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat, terutama menyusul perselisihan mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dan gas global.

Teheran menegaskan bahwa pelayaran komersial yang melintasi Selat Hormuz akan tetap aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan pihaknya di bawah pengaturan maritim terbaru. Otoritas Iran menyatakan akan terus menjalankan kendali atas jalur strategis tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jangka panjang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags