Marak Begal di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usul Perbanyak Aparat Bersenjata di Titik Rawan

- Rabu, 22 Juli 2026 | 06:45 WIB
Marak Begal di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usul Perbanyak Aparat Bersenjata di Titik Rawan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Bandung Raya. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti persoalan yang meresahkan warga itu.

Dedi mengusulkan penambahan penjagaan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan. Langkah ini, menurutnya, penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi dalam keterangan yang dikutip dari Instagram.

Menurut Dedi, keberadaan aparat di titik-titik strategis bisa mencegah aksi kriminal. "Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.

Selain melibatkan aparat, Dedi juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai peran warga sangat penting untuk mencegah tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya akses pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," tutur Dedi.

Ia juga meminta polisi dan masyarakat waspada terhadap gangguan keamanan lain seperti geng motor dan tawuran. "Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar orang tua," ujarnya.

"Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," pungkas Dedi.

Strategi Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menegaskan bahwa eskalasi aksi begal serta tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lazim disebut C3 telah menjadi prioritas atensi kepolisian.

"Perintah pak Kapolda Jabar jelas untuk tindak tegas terukur dan ini tak hanya ke polisi tapi untuk masyarakat pun boleh dengan catatan jangan sampai meninggal (pelaku kejahatan). Jadi, terima kasih kepada masyarakat yang telah posting sebagai kepedulian ke masyarakat," katanya, Senin (20/7/2026).

Jajaran Polda Jabar juga akan melipatgandakan intensitas patroli yang difokuskan pada waktu malam hingga dini hari, mengingat rentang waktu tersebut dipetakan sebagai periode paling rawan terjadinya aksi kriminalitas jalanan.

"Malam sampai dini hari merupakan jam rawan maka kami akan perbanyak personel utamanya jam libur di samping dini hari. Pak Kapolda dan Wakapolda pun sudah mengumpulkan para kapolres untuk memberikan penekanan bagaimana menyikapi masalah begal dan C3 ini," ujarnya.

"Jadi, 19 kasus itu yang viral di medsos, dan 24 kasus itu yang kami ungkap. Tapi, dalam puluhan kasus itu enggak sampai ada korban jiwa korbannya, hanya ketakutan dan luka-luka," katanya mengklarifikasi dampak dari rentetan kejadian tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags