Disemprot Ibu-Ibu Soal Pembabatan Gunung Galuga, Dedi Mulyadi Buka Suara

- Selasa, 21 Juli 2026 | 06:45 WIB
Disemprot Ibu-Ibu Soal Pembabatan Gunung Galuga, Dedi Mulyadi Buka Suara

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara setelah videonya disemprot seorang ibu yang menudingnya sebagai dalang pembabatan pohon di Gunung Galuga, Bogor, viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, Dedi mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan penebangan di kawasan tersebut.

Video kemarahan ibu itu diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Senin (20/7/2026). Dalam rekaman, ibu tersebut dengan nada tinggi menyebut kebijakan Dedi Mulyadi telah menyebabkan Gunung Galuga gundul. "Sampurasun, wargi Jabar, Kabupaten Bogor, karena aku sudah janji sekabupaten Bogor, akan saya spill di sinilah sudah dibabat habis oleh kebijakan KDM Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi," ujarnya.

Menanggapi tudingan itu, Dedi menjelaskan bahwa Gunung Galuga selama ini berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) yang melayani Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar kawasan tersebut, terdapat lahan milik TNI AD yang direncanakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah yang dikelola oleh Danantara. "Buat ibu yang marah-marah terus, gunung Galuga itu saya tidak tahu siapa yang babatin. Gunung Galuga merupakan tempat pembuangan sampah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Di sekitar wilayah tersebut ada salah satu area milik TNI Angkatan Darat yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga sampah, yang kegiatannya dikelola oleh Danantara. Jadi kalau dikaitkan dengan saya menyuruh melakukan pembabatan atau penebangan, ya saya tidak mengerti," kata Dedi.

Ia meminta warga yang ingin mengetahui lebih jelas soal pengelolaan Gunung Galuga untuk bertanya langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. "Ibu, tanya saja kepada Pak Bupati dan Pak Wali Kota Bogor agar lebih jelas," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi membuat pernyataan mengejutkan. Ia menyebut ibu tersebut adalah simpatisan dari sosok yang memiliki ambisi politik. "Saya paham, itu hak Ibu mendukung siapa pun. Saya sendiri belum memikirkan apa pun saat ini," lanjutnya.

Meski demikian, Dedi mengaku senang dengan kritik yang disampaikan. Menurutnya, kritik merupakan bentuk perhatian masyarakat kepada pemangku kebijakan. "Saya ikhlas. Kritik saya sesuka hati Ibu. Yang penting Ibu punya data dan fakta yang memadai," pungkas pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Video tersebut pun ramai dikomentari warganet. Banyak yang mendukung Gubernur Jawa Barat. "Sebelum berkoar koar Minimal cari info nya dari yg berkompeten akurat jangan dari kabar burung hantu y bu," tulis akun @ima*. "Hahahaha salah alamat ya bapak gubernur si ibu itu," tambah akun @feb*. "Astagfirullah bu kok ngomongnya penuh amarah gitu... tarik nafas bu," tambah akun @dan*.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags