Polisi India secara paksa memindahkan aktivis pendidikan Sonam Wangchuk dari lokasi aksi duduk Partai Kecoak Janta (CJP) di Jantar Mantar, Delhi, pada hari ke-21 mogok makannya. Wangchuk dibawa ke rumah sakit di luar keinginannya, memicu kemarahan para pendemo yang segera berkumpul di lokasi.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, memulai aksi mogok makannya sendiri setelah insiden tersebut. Para demonstran berencana menggelar long march menuju Parlemen India pada Senin mendatang. Mereka menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan terkait kebocoran ujian masuk universitas yang memicu kemarahan nasional. Isu ini juga memunculkan tuntutan agar Perdana Menteri Narendra Modi mundur.
CJP muncul pada pertengahan Mei setelah pernyataan Hakim Agung Surya Kant yang menyebut pemuda pengangguran sebagai "kecoak". Hinaan itu memicu kemarahan luas dan partai ini dengan cepat memperoleh jutaan pengikut daring, terutama di kalangan pemuda, serta berhasil menggelar protes massal.
Sebelum eskalasi ini, pemerintah cenderung membatasi protes dalam batas sempit dan menunggu koalisi bubar sendiri. Namun, kehadiran CJP kini tampaknya membuat kalangan kekuasaan gugup. Gerakan ini tidak lagi dipandang sebagai badai viral biasa, melainkan mewakili sentimen mendalam di tengah masyarakat.
Bagi banyak anak muda India yang menghadapi pengangguran, kebocoran ujian, dan kenaikan biaya hidup, hinaan "kecoak" menangkap perasaan mereka. CJP mengubah penghinaan menjadi simbol visibilitas di ruang publik. "Jika begini cara penguasa memandang kami, maka biarkan kami berbicara atas nama tersebut," kata mereka. Hinaan itu kini menjadi lencana kebanggaan.
Gerakan ini muncul di tengah mandat BJP yang hanya didukung sedikit lebih dari sepertiga pemilih nasional pada pemilu 2024. Dua pertiga pemilih tidak mendukung partai tersebut. Kekuasaan rezim bertumpu pada agregasi politik, bukan mayoritas empiris. Sementara itu, ekonomi India masih tertekan dampak pandemi, dengan lebih dari 800 juta warga bergantung pada bantuan pangan pemerintah. Konsentrasi kekayaan di 1 persen terkaya mencapai rekor tertinggi dalam seabad.
India telah memperluas akses pendidikan, namun gagal menyediakan lapangan kerja yang layak. Pemuda terpelajar menjadi kelompok paling rentan. Kebocoran soal ujian menjadi pukulan telak bagi keluarga kelas menengah yang berinvestasi besar demi mobilitas sosial anak-anak mereka.
Simbol kecoak berbicara kepada mereka yang terjebak antara aspirasi dan penghinaan: sarjana tanpa kerja, pengusaha kecil tertekan, pekerja gig ekonomi, dan mahasiswa yang tahun-tahun persiapannya sia-sia akibat kecurangan ujian. Kecoak adalah warga yang bertahan tanpa dihormati.
CJP tidak bisa menjawab pertanyaan besar tentang masa depan pemuda di luar hak istimewa. Gerakan ini rapuh dan rentan, namun kejenuhan terhadap politik lama membuatnya bermakna. "Kecoak, untuk mengecewakan para pejuang papan ketik, bukanlah pahlawan revolusioner. Makhluk ini hanyalah makhluk sederhana yang muncul ketika sebuah rumah tidak sebersih yang diklaim oleh pemiliknya."
Artikel Terkait
Empat WNI Tewas dalam Serangan Rudal di Pelabuhan Odesa
India Kecam Serangan di Laut Hitam, Empat Awak Kapal WNI Tewas
Dua Pelaut India Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, IMO Kecam Keras
India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username, Khawatir Picu Gelombang Penipuan Baru