Pemerintah Amerika Serikat memperbarui nasihat perjalanan bagi warganya yang hendak atau sedang berada di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik dengan Iran. Dalam sepekan terakhir, operasi militer AS terhadap Iran dibalas dengan serangan ke pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Departemen Luar Negeri AS menyebut ketegangan yang meningkat membuat lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga. Warga AS diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan terkini.
"Karena ketegangan yang tinggi di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," demikian pernyataan Deplu AS yang dibagikan melalui akun media sosial Biro Urusan Konsuler, Sabtu (18/7/2026).
Warga AS juga disarankan berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan jika melakukan perjalanan. Selain itu, Deplu AS mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana bepergian menuju atau melalui Timur Tengah.
Berdasarkan pengalaman konflik sebelumnya, Iran tidak hanya menargetkan fasilitas militer AS, tetapi juga kepentingan non-militer di kawasan. Militer Iran telah menargetkan tujuh negara Timur Tengah sebagai pembalasan atas serangan AS, termasuk Suriah dan Arab Saudi.
Artikel Terkait
Dua Tentara AS Tewas dalam Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania
Iran Hancurkan Dua Jet Tempur AS dalam Serangan Rudal dan Drone di Yordania
AS dan Iran Saling Serang untuk Malam Ketujuh, Target Meluas ke Kuwait dan Yordania
AS dan Iran Saling Serang untuk Malam Ketujuh, Ketegangan Meluas ke Negara Teluk