Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7), melanjutkan penguatan sejak sesi pertama. IHSG melesat 67,33 poin atau 1,10% ke level 6.175,535. Indeks saham unggulan LQ45 juga terbang 2,19% dan parkir di posisi 621,91.
Nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp14,29 triliun dengan volume perdagangan 28,19 miliar lembar saham dan frekuensi 2,01 juta kali.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan tertinggi antara lain KOKA (Koka Indonesia) naik 27,49% ke 218, KBLV (First Media) naik 26,85% ke 137, dan AGAR (Asia Sejahtera Mina) naik 25% ke 505. Sementara itu, saham yang menjadi top losers adalah AIMS (Artha Mahiya Investama) turun 14,35% ke 358, BAPA (Bekasi Asri Pemula) turun 14,29% ke 228, dan PRDL (Prodia Diagnostic Line) turun 11,47% ke 386.
Dari sisi nilai transaksi, saham BBCA (Bank Central Asia) menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp2,04 triliun, diikuti BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp1,29 triliun, dan BMRI (Bank Mandiri) Rp1,17 triliun. Adapun saham dengan volume perdagangan terbesar adalah EPAC (Megalestari Epack Sentosaraya) sebanyak 21,25 juta lembar, disusul BUMI (Bumi Resources) 13,41 juta lembar, dan BNBR (Bakrie & Brothers) 9,97 juta lembar.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah sore ini ditutup pada level Rp17.890 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan harga pembukaan pagi tadi di level Rp18.036. Rupiah tercatat menguat 0,15 poin atau 0,809%.
Meski IHSG dan rupiah menguat, mayoritas bursa di kawasan Asia justru ambruk pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 4,06% ke 64.141,12, Hang Seng di Hong Kong turun 1,78% ke 24.562,24, SSE Composite di China turun 3,06% ke 3.764,15, dan Straits Times di Singapura turun 0,55% ke 5.508,89.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Saham First Media dan Bank Victoria Pimpin Kenaikan
IHSG Melonjak 1,1 Persen, Investor Buru Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan
IHSG Berbalik Melemah ke 6.093 Setelah Sempat Menguat di Awal Sesi
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Stagnan di Rp 18.036 per Dolar AS