IHSG Melonjak 1,1 Persen, Investor Buru Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan

- Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
IHSG Melonjak 1,1 Persen, Investor Buru Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,1 persen ke level 6.108,2 pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Penguatan ini memberi napas baru bagi pelaku pasar yang kini memburu rekomendasi saham menjelang akhir pekan.

Kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham sektor teknologi, barang baku, dan properti yang masing-masing melesat 1,94 persen, 1,56 persen, dan 1,31 persen. Sebanyak 372 saham menguat, sementara 238 saham melemah dan 185 saham stagnan.

Aktivitas transaksi terbilang ramai. Volume perdagangan mencapai 30,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,41 triliun dan frekuensi 2,31 juta kali.

Momentum ini membuat rekomendasi saham hari ini menjadi salah satu fokus utama investor pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Sejumlah sekuritas menilai peluang penguatan masih terbuka, meski ruang geraknya cenderung terbatas. Secara teknikal, support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.086, sementara resistance terdekat mengarah ke area 6.121.

Beberapa nama saham masuk radar pilihan perdagangan hari ini. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan ANTM, ARTO, dan ARCI. BNI Sekuritas memilih BBRI, BUMI, BRPT, TLKM, ADMR, dan MEDC. Sementara Phillip Sekuritas menyebut TKIM dan PSAB.

Daftar tersebut memperlihatkan rekomendasi saham hari ini menyebar ke sejumlah sektor. Ada saham berbasis komoditas seperti ANTM, ADMR, MEDC, BUMI, dan PSAB; saham perbankan seperti BBRI dan ARTO; saham telekomunikasi seperti TLKM; hingga saham industri dan bahan baku seperti TKIM serta BRPT. Sebaran ini mengindikasikan pasar belum hanya bertumpu pada satu tema, tetapi membuka peluang di beberapa kelompok saham sekaligus.

Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG tercatat membukukan kenaikan sekitar 3,31 persen. Namun, secara year to date, pasar saham Indonesia masih berada di zona negatif, sehingga strategi selektif tetap menjadi pendekatan yang paling realistis bagi investor.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags