Presiden Israel Isaac Herzog kembali menyuarakan keinginan negaranya untuk menjalin hubungan normal dengan negara-negara Arab lain, termasuk Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara langka dengan saluran Al Arabiya yang berbasis di Riyadh.
"Impian saya adalah melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed Bin Salman," kata Herzog kepada Al Arabiya, merujuk pada pemimpin de facto Arab Saudi. Wawancara berlangsung di Yerusalem dan ditayangkan pada Kamis (16/7) waktu setempat.
"Hal yang paling kami inginkan di Israel adalah melihat rekonsiliasi antara kedua negara," tambah Herzog.
Ia memuji Kesepakatan Abraham dan hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko sebagai contoh sukses kerja sama regional. Namun, Herzog menekankan bahwa Arab Saudi adalah "negara yang sangat penting" dan "pemimpin utama di dunia Muslim."
Menurut Herzog, normalisasi di masa depan harus ditangani langsung antara kedua negara dengan dukungan Amerika Serikat.
Pada 2023, Arab Saudi dilaporkan terlibat dalam pembicaraan tentatif tentang normalisasi dengan Israel, tetapi tiba-tiba menarik diri ketika perang di Gaza meletus.
Artikel Terkait
Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak Saudi jika Konflik Meluas
Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi Jika Riyadh Terlibat Konflik
Arab Saudi Borong Senjata Rp 33 Triliun dari AS di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Houthi Ancam Jalur Pelayaran Global