Gatot Tri Wahyu Widodo (53) ditemukan tewas terkubur di pekarangan rumahnya sendiri di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Polisi mengungkap bahwa ia dibunuh oleh orang terdekatnya: anak angkatnya sendiri, seorang perempuan berinisial DM (20), bersama pacarnya.
Kedua terduga pelaku ditangkap di Sidoarjo kurang dari sepuluh jam setelah polisi menerima laporan dugaan pembunuhan. Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, membenarkan bahwa pelaku adalah anak angkat korban. "Iya (anak angkat korban). Diamankan di Sidoarjo," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, mengungkapkan motif di balik pembunuhan tersebut. Menurutnya, DM sakit hati karena Gatot kerap bersikap kasar kepadanya. "Motifnya sakit hati. Korban agak kasar ke pelaku. Terus pelaku ngajak pacarnya," ujar Suria.
Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku dan belum membeberkan identitas lengkap mereka. Namun, dari informasi yang dihimpun, DM berusia 20 tahun dan diduga merencanakan pembunuhan bersama pacarnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Ayah Angkat di Nganjuk: Dendam dan Hubungan Tak Direstui
Putri Angkat dan Pacarnya Ditangkap, Tewaskan Ayah dengan Palu dan Pisau di Nganjuk
Pembunuh Wanita Tinggal Kerangka di Sukabumi Ditangkap, Pelaku Viralkan Video Evakuasi
Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan