Sebanyak 20 warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barabai, Kalimantan Selatan, mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Program ini merupakan bagian dari hak narapidana yang dijamin Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, dengan pelaksanaan yang mengikuti prosedur hukum dan tidak mengganggu keamanan.
Pengajar dari Satuan Pendidikan Nonformal/Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Hulu Sungai Tengah memberikan materi secara tatap muka di ruang belajar Rutan Barabai pada Kamis, 16 Juli 2026. Sebelum pembelajaran dimulai, para peserta menjalani asesmen untuk mengukur tingkat pemahaman, kemampuan dasar, dan kompetensi awal. Hasil asesmen digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai.
"Program ini membuat saya lebih semangat menjalani masa pembinaan dan memberi harapan agar setelah bebas nanti memiliki bekal ilmu yang lebih baik untuk menjalani kehidupan dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat," ujar salah satu narapidana, Selamat Mujiono.
Perwakilan SPNF/SKB Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Dina, menyatakan pihaknya akan mendampingi proses pembelajaran dari awal hingga akhir. "Kami berharap seluruh peserta mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, memperoleh ijazah kesetaraan, dan memiliki bekal bermanfaat untuk masa depan," katanya.
Petugas Rutan Barabai, Sugiantoro, menegaskan bahwa masa pidana tidak menghalangi hak warga negara untuk memperoleh pendidikan. Ia berharap para narapidana belajar dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat berguna setelah menyelesaikan masa pembinaan. "Agar warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar meskipun sedang menjalani masa pidana. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap proses pembelajaran dengan disiplin dan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Dapat Kontrak Baru di Luar Grup Bumi, Darma Henwa Dinilai Berpotensi Perluas Pendapatan
Komisi IV DPR Dorong Mitigasi Pangan dan Peternakan Hadapi El Nino
Dapat Kontrak Tambang Rp22 Triliun, Anak Usaha Darma Henwa Garap Proyek Batu Bara di Kalsel