Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun sepakat memperkuat kerja sama kebudayaan bilateral dan mendukung pembentukan International Alliance for the Protection of Palestinian Culture. Pertemuan di Madrid pada Rabu (15/7) itu juga membahas upaya melindungi identitas dan warisan budaya Palestina di tengah konflik.
Fadli mengapresiasi inisiatif Spanyol dalam memperkuat dukungan internasional terhadap pelestarian budaya Palestina. Menurutnya, menjaga identitas budaya adalah bagian dari upaya menjaga peradaban dan hak suatu bangsa. "Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun bukan hanya karena faktor tersebut, dukungan terhadap perjuangan Palestina datang dari pemerintah, parlemen, dan masyarakat Indonesia secara luas," tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7).
Pertemuan bilateral itu berlangsung di sela International Conference on the Reconstruction of Cultural Sector in Palestine. Sebelumnya, UNESCO telah mengembangkan program untuk mendukung pelindungan kebudayaan Palestina, sementara ALECSO bersama Liga Arab juga menjalankan berbagai inisiatif serupa.
Kerja Sama Perfilman
Selain isu Palestina, kedua menteri membahas pembaruan Nota Kesepahaman di bidang kebudayaan, terutama di sektor perfilman. Fadli menilai Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama, termasuk melalui kemudahan skema koproduksi dan dana padanan bagi sineas kedua negara. "Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama budaya, khususnya di bidang industri film," ujarnya.
Fadli juga memperkenalkan perkembangan industri perfilman Indonesia yang kini memproduksi lebih dari 250 film per tahun. Kapasitas itu dinilai menjadi modal kuat untuk mengembangkan produksi bersama dan memperluas jejaring industri kreatif kedua negara.
Menanggapi hal itu, Urtasun menyambut baik peluang tersebut. Ia mendukung kolaborasi antara lembaga perfilman kedua negara serta peningkatan partisipasi film Indonesia di festival internasional di Spanyol, seperti Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga. "Kita perlu menjajaki peluang untuk mengundang film-film Indonesia agar berpartisipasi dalam festival tersebut. Sektor perfilman dapat menjadi salah satu bidang prioritas dalam kerja sama kedua negara," kata Urtasun.
Urtasun juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mendukung pelindungan kebudayaan Palestina. Menurutnya, menjaga identitas budaya adalah bagian penting dari upaya mewujudkan Palestina sebagai negara berdaulat. "Kami memiliki komitmen kuat untuk mendukung Palestina. Bersama UNESCO, kami telah melakukan upaya besar untuk mendukung kebudayaan di Ukraina, dan kami meyakini bahwa upaya serupa juga perlu dilakukan untuk Palestina," ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Fadli menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya, termasuk pembentukan pusat kebudayaan dan penguatan kolaborasi di bidang warisan budaya. Pertemuan itu dihadiri oleh Deputy Director for International Relationships Rafael Iborra dan Chief of the Minister's Cabinet María Corrales dari pihak Spanyol, serta Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib dan Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah Retnoastuti dari pihak Indonesia.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 16 Orang dalam Sehari, Enam Polisi Jadi Sasaran
Spanyol di Hati Palestina: Solidaritas yang Melampaui Sepak Bola
Musisi Indonesia dan Malaysia Rilis Lagu Kolaborasi untuk Palestina
Muhammadiyah Jadi Mitra Strategis Kementerian Kebudayaan dalam Pemajuan Seni dan Budaya