Sejumlah musisi Indonesia dan Malaysia meluncurkan single kolaborasi bertajuk "Our Power" sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan seruan penghentian genosida di Gaza. Lagu bergenre pop-rock alternatif ini digagas oleh Tanah Para Nabi (TPN) Movement bersama Friends of Palestine.
Musisi yang terlibat antara lain Bella Fawzi, Cholil Mahmud, Noh Salleh, Eka Annash, Lala Karmela, dan Kayda. Bella Fawzi mengatakan lagu ini lahir dari keresahan para musisi terhadap konflik yang tak kunjung usai di Palestina. Menurutnya, musik memiliki kekuatan menyampaikan pesan kemanusiaan kepada banyak orang.
"Judul lagunya adalah 'Our Power' yang bercerita tentang harapan kami dan juga keresahan kami atas isu Palestina yang tidak kunjung usai. Kami tidak berdiri sendirian, karya ini dibantu oleh banyak sekali teman-teman luar biasa untuk menyuarakan apa yang benar bagi kebebasan Palestina," kata Bella di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Musisi asal Malaysia, Noh Salleh, menambahkan bahwa kolaborasi ini berhasil menyatukan Indonesia dan Malaysia dalam tujuan yang sama. "Sebenarnya Palestina yang sedang membebaskan kita, bukan kita membebaskan Palestina. Indonesia dan Malaysia mungkin sering terpisah karena urusan mi goreng atau rendang, tapi hari ini kita bersatu karena Palestina untuk menghidupkan kemanusiaan," tegasnya.
Proses Kreatif Lagu
Proses pembuatan lagu berlangsung selama satu bulan dengan sistem jarak jauh. Rekaman vokal dikerjakan di studio yang berada di Indonesia dan Malaysia. Fia Fellow selaku produser dan arranger mengungkapkan bahwa musik bisa menjadi suara bagi mereka yang tidak mampu bersuara. "Dari awal bermusik saya mempunyai motto bahwa kita harus bersuara untuk mereka yang tak mampu bersuara. Ini adalah cara untuk menyeimbangi profesi kami sebagai musisi, di mana kami diberi bakat untuk membuat lirik dan musik agar bisa menjadi bahasa yang paling universal untuk kemanusiaan," jelas Fia Fellow.
Eka Annash menambahkan bahwa lagu digarap dengan lirik dan warna musik yang penuh semangat. "Jadi ketika proses rekaman, kita mencoba untuk membangun vibes yang penuh dengan energi, mudah-mudahan bisa dirasakan oleh semua pendengarnya," tuturnya.
Royalti untuk Palestina
Seluruh royalti dari lagu "Our Power" akan disumbangkan untuk membantu warga Palestina melalui NGO Friends of Palestine. CEO Friends of Palestine, Rayyan Abdalla, menilai musisi memiliki peranan penting dalam menjaga perhatian dunia terhadap Palestina. "Di saat kekuasaan terlalu sering digunakan untuk membungkam kebenaran, kami memilih musik untuk menjadi kekuatan kami demi membebaskan bangsa. Seni suatu hari nanti akan menjadi pintu bagi kebebasan, pintu untuk berbagi kebenaran, dan pintu untuk berbagi kemanusiaan," ujarnya.
Lagu ini juga akan menjadi anthem bagi gerakan kemanusiaan seperti Global Sumud Flotilla dan Global March yang berupaya menembus blokade di Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan.
Artikel Terkait
Pertandingan Mesir vs Argentina: Kontroversi VAR dan Simbol Perlawanan Palestina
Petenis Turki Zeynep Sonmez Gunakan Peredam Getaran Semangka di Wimbledon sebagai Dukungan untuk Palestina
Palestina Gelar Pemilu Legislatif Pertama dalam 20 Tahun
Di Tengah Puing Gaza, Warga Palestina Nobar Piala Dunia 2026