Pemerintah Alihkan Rp400 Triliun ke Perbankan untuk Pacu Sektor Swasta

- Minggu, 12 Juli 2026 | 00:30 WIB
Pemerintah Alihkan Rp400 Triliun ke Perbankan untuk Pacu Sektor Swasta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada belanja negara. Ia menargetkan pengelolaan kas negara dapat menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan 90 persen aktivitas ekonomi nasional yang bersumber dari sektor swasta.

Menurut Purbaya, kontribusi belanja pemerintah dalam APBN terhadap ekonomi nasional hanya sekitar 7 hingga 10 persen. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan pendekatan baru melalui optimalisasi manajemen kas negara sebagai motor penggerak sektor swasta.

“Saya perhatikan bahwa manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90 persen ekonomi selain belanja langsung yang 7-10 persen,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Kebijakan ini diimplementasikan dengan mengalihkan dana pemerintah yang semula tersimpan di Bank Indonesia ke dalam sistem perbankan nasional. Langkah tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan tanpa merusak independensi Bank Indonesia, sekaligus mendukung transmisi kebijakan moneter yang lebih efektif.

Penempatan dana negara ini terbukti krusial saat aktivitas ekonomi melambat, seperti yang terjadi pada periode Mei dan Juni 2026. Purbaya menyatakan, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp400 triliun ke perbankan untuk memicu penyaluran kredit yang lebih masif.

"Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi," jelas Purbaya.

Ke depan, Menkeu memastikan bahwa kebijakan fiskal tidak akan lagi bertumpu semata-mata pada belanja langsung pemerintah. Fokus pemerintah kini adalah mengintegrasikan manajemen kas yang lebih adaptif agar likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga, sehingga sektor swasta memiliki ruang luas untuk terus berekspansi dan menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Jadi fiskal ke depan bukan hanya belanja pemerintah saja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” urai Purbaya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags