Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran akan terus berlanjut meskipun gencatan senjata antara kedua negara telah dinyatakan berakhir. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial, merespons permintaan Teheran untuk melanjutkan dialog.
"Republik Islam Iran meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami setuju untuk melakukannya," kata Trump. Namun, ia menegaskan, "Amerika Serikat menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa gencatan senjata telah berakhir."
Komentar tersebut meredakan kekhawatiran akan kembali pecahnya perang terbuka antara kedua negara. Konflik bersenjata antara AS dan Iran pecah pada akhir Februari lalu, dan kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama 60 hari pada bulan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, eskalasi kembali meningkat akibat perbedaan interpretasi terhadap isi kesepakatan terkait Selat Hormuz. Padahal, selama masa gencatan senjata, AS dan Iran seharusnya melakukan pembicaraan mengenai isu nuklir. Namun, isu Selat Hormuz kini kembali mendominasi konflik.
AS menuduh Iran terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dan gas dunia. Militer AS melancarkan serangan terhadap target Iran pekan ini, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk di Kuwait dan Bahrain.
Iran bersikukuh sebagai satu-satunya pihak yang berwenang mengendalikan Selat Hormuz. Teheran menganggap rute alternatif yang dibuka AS di jalur itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Artikel Terkait
Media Yunani Kecam Trump yang Dinilai Terlalu Tunduk pada Erdogan soal F-35
Delegasi Tingkat Tinggi RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei, Perkuat Kerja Sama dengan Iran
Kesaksian Pilot F-15E AS: Drone Iran Seperti Ladang Ranjau di Udara
Pemakaman Khamenei Digelar, Ketegangan AS-Iran Kembali Memuncak